SLAWI, Kepala Dinas Disperindag Kabupaten Tegal melalui Kasi Industi dan Ankea, Edi Suharno, mengatakan bahwa Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tegal tengah menggelar program OVOP (One Vilage One Produk) atau satu desa satu produk. Dalam program tersebut, dinas telah mengusulkan dua sentra yakni sentra mebel di Desa Pamiritan Kecamatan Balapulang dan sentra shuttlecock di Desa Lawatan, Kecamatan Dukuhturi. 

 

Menurutnya, pengajuan dua sentra dalam program OVOP dilakukan sejak bulan Maret, dan saat ini masih dalam proses verifikasi. Sementara untuk seleksinya, rencananya bakal dilakukan pada pertengahan tahun ini oleh Dinas Perindustrian Jawa Tengah dan Kementerian Perindustrian. "Kalau dua sentra itu bisa lolos, tentu produk di daerah bisa lebih maju dan berkembang. Kita berdoa saja," kata Edy.

 

OVOP di Indonesia umumnya adalah UKM yang konsisten menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan terus mendapat bimbingan serta aneka bantuan dari  pemerintah. Hal ini berkaitan dengan produk yang dihasilkan mewakili identitas daerah bahkan negara.  Produk-produknya mencerminkan keunikan suatu daerah atau desa. Karenanya, apabila dua sentra itu sampai lolos, maka Kabupaten Tegal bakal terkenal di pasar nasional bahkan internasional.

 

Dia menambahkan, dengan keunggulan yang dimiliki tiap sentra, maka produk tersebut dapat meningkatkan pendapatan bagi daerahnya. Sebab dapat membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan ketrampilan SDM.

 

Di Indonesia sendiri terdapat sekitar 74.000 desa yang memiliki keunikan atau ciri khas. Dimana mayoritas atau sekitar 65% penduduknya masih tergolong miskin atau berpendapatan rendah. "Mayoritas desa-desa tersebut eksis disektor pertanian dan kerajinan tangan. Dengan kultur itu, sangat potensial apabila dikembangkan OVOP," tukasnya.   **www.jatengprov.go.id/newsroom_KabTegal