BANJARNEGARA- Kementrian Koordinasi Bidang Kesejahteraan Sosial (Kemenkokesra) melalui Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo memberikan  bantuan berupa 1 ton  atau 148 karton makanan pendamping air susu ibu atau MP-ASI . Bantuan diberikan secara simbolis oleh Bupati pada apel besar Dinas Kesehatan di halaman Dinas Kesehatan Banjarnegara Senin (6/8).


“Saya berharap bantuan ini bisa dibagikan kepada yang berhak menerima shingga masalah gizi di Banjarnegara bisa tertanggulangi,” kata Bupati Sutedjo


Sutedjo menambahkan saat ini masalah gizi menjadi masalah utama di Indonesia, begitupun di Banjarnegara. Masalah gizi merupakan masalah komplek yang tidak bisa di tangani oleh Dinas Kesehatan saja namun harus melibatkan instansi lain dalam pelaksanaanya.


“Seperti kita ketahui, masalah gizi ternyata dipengaruhi langsung oleh asupan makanan dan penyakit infeksi. Asupan makanan yang kurang dalam rumah tangga juga dipengaruhi oleh ketiadaan bahan pangan yang cukup yang disebabkan oleh kemiskinan, pola asuh yang salah dan tingkat pengetahuan yang berbeda di masyarakat,” lanjut Sutedjo.


Pada tahun 2011 lalu terdapat 22 kasus gizi buruk,namun tahun 2012 meningkat menjadi 24  atau 0.04 persen, meski begitu  angka tersebut masih di bawah angka nasional yaitu 1,5 persen. Sedangkan anak dengan gizi kurang tercatat sebanyak 3.076 pada tahun 2011 dan pada tahun 2012 menurun menjadi 2.606 sampai Juni 2012.


“Kasus gizi buruk bukan hanya murni gizi buruk, tetapi juga dengan penyakit penyerta seperti paru, down syndrome, retardasi mental, bibir sumbing dan celebral palsy. Kebanyakan penderita berasal dari keluarga kurang mampu,” katanya.


Sementara Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara Puji Astuti pada kesempatan tersebut mengatakan bantuan MP-ASi di harapkan mampu membantu perbaikan gizi bagi balita dan mencegah bertambahnya kasus gizi buruk.


“Bantuan akan kami sirkulasikan melalui puskesmas didampingi ahli gizi untuk kemudian di berikan kepada Posyandu, bantuan tersebut di harapkan bisa  memperbaiki gizi balita sedangkan yang mempunyai gizi buruk bisa terbantu penanganannya,” Kata Puji *Kontributor Humas Banjarnegara