GROBOGAN – Guna menekan angka kematian Ibu (AKI) dan angka
kematian bayi (AKB) di Kabupaten Grobogan, Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan
berupaya menambah tenaga bidan sebagai motor pelayanan kesehatan di desa-desa.
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten
Grobogan tercatat sejak tahun 2009 hingga tahun 2012 jumlah seluruh bidan yang
ada di wilayah terluas kedua di Jawa Tengah ini
terdapat 512 orang bidan dimana 430 berstatus sebagai bidan desa
yang tersebar di 273 desa.
“Masih tingginya angka kematian ibu dan bayi tentu menjadi
pekerjaan rumah kita untuk menurunkan demi pencapaian Millenium Development
Goals (MDGs) tahun 2015. Dimana di tahun 2015 diharapkan AKI hanya mencapai 102
per 1000 angka kelahiran hidup dan AKB 23 per 1000 kelahiran hidup” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Grobogan, dr. Bambang Pudjionto, M.Kes saat menerima kunjungan dari Sekdirjen
Bina Upaya Kesehatan Kemenkes RI di Pendopo Kabupaten Grobogan selasa kemarin
(12/6).
Dalam kesempatan tersebut Bambang Pudjianto juga
mengungkapkan jumlah angka kematian Ibu pada tahun 2009 sebanyak 46 kasus atau
191,61 per 100.000 kelahiran hidup,
tahun 2010 ada 18 kasu, tahun 2011 terdapat 26 kasus dan akhir bulan April 2012 sebanyak 10 kasus. Sedangkan jumlah
kematian bayi pada tahun 2009 ada 258 kasus atau 10,74 per 1.000 kelahiran
hidup. Untuk tahun 2010 ada 267 kasus, tahun 2011 sebanyak 194 kasus dan akhir April 2012 terdapat 69 kasus.
Sementara itu Sekretaris Dirjen Bina Upaya Kesehatan
Kemenkes RI DR.Drg. Santi Nuraini dalam
pengarahannya mengatakan dalam upaya pencapaian MDGs khususnya untuk penurunan
angka kematian Ibu dan Bayi harus diupayakan peningkatan mutu pelayanan
kesehatan, penambahan fasilitas kesehatan dan penyuluhan kesehatan masyarakat.
“Kita memang harus berupaya untuk pencapaian MDGs tahun
2015. Jumlah kematian Ibu dan Bayi harus kita turunkan. Mutu pelayanan
bidan-bidan sebagi motor pelayanan kesehatan di poliklinik kesehatan desa juga
harus ditingkatkan agar lebih profesional dan mampu menghadapi setiap tantangan
yang semakin komplek. Kita juga prihatin dengan jumlah kematian Ibu dan Bayi
yang cukup tinggi. Maka dari itu mari kita bersama-sama berupaya menurunkan
angka kematian ibu dan bayi, akses sanitasi air bersih juga harus kita jaga,
penyuluhan-penyuluhan serta penanggulangan penyakit seperti DBD, HIV terus kita
galakkan” tegasnya dihadapan peserta pembinaan terpadu masalah Kesehatan seperti
perwakilan dinas ksehatan, Rumah sakit, Puskesmas, Kepala SKPD terkait,
dan seluruh Camat se-Kabupaten Grobogan.
Bupati Grobogan, H. Bambang Pudjiono, SH mengatakan kunjungan Dirjen Kesehatan kali
ini sebagai upaya pembinaan bidang Kesehatan yang didasari hasil riset kesehatan dasar tahun 2007 yang menyatakan
Kabupaten Grobogan termasuk Kebupaten bermasalah kesehatan.
“Itu kan berdasarkan hasil riset kesehatan tahun 2007
lalu, dimana Kabupaten Grobogan
dinyatakan bermasalah dari sisi Kesehatan. Namun untuk kondisi sekarang sudah
jauh berbeda, sudah lebih memadai baik dari segi sarana prasarana kesehatan
maupun tingkat kematian ibu dan bayi yang sudah menurun. Dari saran prasarana
rehabilitasi maupun pembangunan gedung Puskesmas yang standar sudah kita bangun
sejak 2010 dan pada tahun 2012 ini juga akan dibangun 2 gedung puskesmas baru
yakni 1 puskesmas dengan fasilitas Pelayanan Obstetri Neonatal Dasar (PONED)
yang dibiayai Dana DAK dan 1 Gedung baru Puskesmas yang dibiayai dana APBD
Kebupaten” tandas Bupati dalam sambutannya.G