Purworejo--- Kabupaten
Purworejo masuk nominasi dalam lomba keserasian antar program dalam rangka Hari
Jadi Provinsi Jawa Tengah ke 62. Untuk melengkapi penilaian tahap pertama, tim
penilai melakukan kunjungan lapangan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Tim penilai, kemarin, diterima Plt. Assisten Sekda bidang Administrasi, Umum
dan Kesra Drs Sigit Budimulyanto MM, di ruang Bagelen Setda Kab.
Puworejo.
Tim penilai sebanyak lima
orang dipimpin Wahyu Purwaca SSos MM, Kasubag Pengembangan Kapasitas Daerah
pada Biro Otonmi Daerah dan Kerjasama Setda Prop Jateng. Ketujuh bidang yang
dilombakan yaitu bidang sosial dan pelayanan masyarakat, ekonomi dan UKM,
aparatur dan SDM, infra struktur dan tata ruang, pertanian dalam arti uas,
keuangan dan bantuan APBD, ketentraman dan ketertiban. Tim penilai terdiri
Effendi dari Binamarga, menilai bidang infra struktur, Ari dari Biro Keuangan
menilai bidang keuangan dan bantuan APBD, Kasidi yang menilai bidang sosial
kemasyarakatan, serta Suyadi menilai bidang UMKM.
Plt. Asisten Sigit
Bidimulyanto pada kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa potret SKPD di
Kabupaten Purworejo bisa diketahui melalui penilaian. Karena itu, ia minta
kepada pimpinan SKPD untuk memberikan keterangan apa adanya tanpa harus ada
yang ditutup-tutupi.
Dari penilaian itu
dimungkinkan, tim menjumpai beberapa kekurangan. Untuk itu ia minta kepada tim
penilai untuk memberikan masukan-masukan demi perbaikan masa mendatang. Disisi
lain, kepada pimpinan SKPD, dari kekurangn tersebut, nantinya sebagai momen untuk
memperbaiki diri.
Ditempat yang sama ketua
tim Wahyu Purwaca, mengungkapkan bahwa latar belakang diselenggarakan lomba
tersebut dari slogan Gubenur Jateng “Bali desa bangun desa”. Dari slogan
tesebut ingin diketahu sejauh mana perkembangan pembangunan di kabupaten/ kota
se Jateng. Apabila tidak ada perubahan dari tahun sebelumnya, berarti kinerja
bupati setempat dipertanyakan. “Kalaua ternyata tidak ada kemajuan dibanding
tahun lalau, maka bahasanya Pak Gubernur mengatakan bupatine ki kerja apa,” katanya
mengutip pernyataan Gubernur.
Dari 35 kabupaten/ kota se
Jateng, setelah dilakukan penilaian tahap pertma secara tertulis, diperoleh 15
kabupaten/kota yang masuk nominasi termasuk Kabupaten Purworejo. Diakui,
persaingan di wilayah selatan sangat ketat, selisih angkanya sangat tipis.
Melalui paparan dan berbagai argumetasi akhirya diperoleh nominator.
Purworejo tahun lalu belum
masuk nominasi, kali ini bisa masuk. Berarti dari tujuh bidang yang
diperlombakan, Purworejo memiliki keunggulan-keunggulan. Penilaian tahap
pertama berupa tertulis memiliki bobot nilai 60%, sedangkan kunjungan lapangan
memiliki bobot 40%.