Pemerintah Kota Semarang mengupayakan pengoptimalan Terminal Mangkang mulai  1 Maret 2012 mendatang. Terminal penumpang Tipe A Mangkang  ditetapkan  sebagai lokasi awal dan akhir perjalanan arah barat dan penetapan rute lintas angkutan umum AKAP, AKDP serta angkutan pedesaan di Kota Semarang melallui Keputusan Walikota Semarang Nomor 551.22/0109 tanggal 5 April 2010 lalu.


Seperti yang kita ketahui bahwa kegiatan optimalisasi operasional Terminal Mangkang telah dilakukan dari pertengahan tahun 2009. Namun pada kenyataannya hal tersebut belum berhasil. Kepala Dishubkominfo, Ednawan Haryono menyebutkan bus-bus AKAP dan AKDP belum ada yang berawal dan berakhir di Terminal Mangkang.


Untuk itu Dishubkominfo melakukan beberapa langkah diantaranya pemasangan MMT bertuliskan ‘Pemanfaatan Terminal Mangkang mulai 01 Maret 2012’ di pintu masuk/keluar Terminal Mangkang, Terminal Terboyo, dan Jerakah, pemasangan MMT daftar tarif bus dan pembagian leaflet kepada pengemudi bus-bus AKDP dan AKAP yang masuk ke terminal Mangkang dan Terminal Terboyo.


Ednawan melanjutkan pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Dishubkominfo Provinsi Jawa Tengah, Polrestabes Kota Semarang, Polisi Militer, TNI, dan Organda. “Dishubkominfo Provinsi Jawa Tengah diminta melakukan penempatan  jalur dari selatan bus patas Rajawali, Muncul, Sumber Alam, Nusantara dan penempatan jalur dari barat seperti Coyo, Sahabat, Adi Mulya, Puri Sima, Mubarok, Kembar Putri, Dua PUtri, Sumber Rejeki, Safari, Bima Sakti Jaya, Curug Sewu, Sumber Mas, Bintang Putra,” sambungnya.


Dalam pelaksanaannya pihaknya membutuhkan bantuan personil Terminal Mangkang sebanyak 88 orang dalam mengatur operasional terminal, namun masih ada kekurangan sebanyak 52 orang serta petugas pemantauan keamanan secara menyeluruh. Selain personil, dibutuhkan pula sarana dan prasarana seperti rambu-rambu dalam dan luar terminal, serta penambahan lampu penerangan jalan di pintu masuk, area parkir, serta pintu keluar


“Adapula perbaikan lapisan aspal di jalur pemberangkatan dan pintu keluar terminal karna sudah rusak, penempatan container sampah 2 buah. Seluruh kebutuhan tersebut  akan didukung oleh SKPD terkait seperti Dinas PJPR, Dinas Bina Marga, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, BKD, Kesbangpolinmas, Bagian Humas, dan Bagian Hukum,” ungkapnya saat konferensi pers di Media Center Balaikota, Selasa (7/2).


Dengan adanya upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang tersebut, terminal terbesar di Kota Semarang ini diharapkan dapat beroperasi dengan maksimal sehingga permasalahan transportasi dan perhubungan di Kota Semarang kian membaik. **kontributorhumaskotasemarang