Dalam rangka mewujudkan kepedulian Pemkab Boyolali kepada para penyandang cacat, Selasa (5/6) kemarin, saat berlangsung upacara peringatan Hari Jadi kabupaten Boyolali ke
165, di Tugu Jam Boyolali Kota. Pemkab telah menyerahkan bantuan secara simbolis berupa 13 Kursi roda, 10
alat bantu dengar, 3 kaki palsu dan 3 kaki krek kepada penyandang
cacat Difable di Kabupaten Boyolali.
Kepala Bidang Sosial Dinas
Sosial Tenaga Kerja dan Transmigras/ Dinsosnakertran, Boyolali,
Sucipto, SH menegaskan bahwa pemberian bantuan alat bantu kepada kaum
difable ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Boyolali
kepada penyandang cacat, agar meringankan mereka dalam melakukan
aktifitas sehari-hari. “Dengan bantuan ini mereka bisa melakukan
aktifitas keseharian lebih optimal dan mengurangi ketergantungan
kaum difable orang lain sehingga sedikit banyak bisa mandiri," tegas Sucipto. Bantuan tersebut, lanjut Sucipto, dianggarakan melalui
APBD Kabupasten Boyolali tahun 2012.
Dijelaskan, dalam waktu yang tidak lama lagi kaum difabler Boyolali
juga akan mendapat bantuan kursi roda dari UCP. Pengukurran kursi
akan dilakukan tanggal 18 Juni 2012 di Yogyakarta. Dengan bantuan
tersebut diharapkan bisa memberikan layanan terbaik bagi kaum difable
untuk melaksnakan aktifitas sehari hari secara mandiri.
Sementara, untuk memberdayakan Kaum difable di Boyooali, lanjut Sucipto,
tiap perusahaan diwajibkan menerima karyawan dari kaum difable dengan
perbandingan 1 difable dibanding 100 orang normal. Hal ini mengacu
PP no 43 tahun 1998 dimana dalam PP tersebut perusahaan memiliki
tanggung jawab dan berkewajiban untuk memberdayakan kaum difable. Hal
ini dimaksudkan untuk memperkerjakan kaum difable agar bisa berdaya dan
bekerja untuk bisa mandiri memenuhi kebutuhan dalam pemenuhan kehidupan
sehari – hari.
Namun demikian, lanjut Sucipto, kaum difable yang
diterima dan dipekerjakan di perusahaan harus mampu mengerjakan
pekerjaanya sesuai kebutuhan perusahaan. “Dalam hal ini difable yang
diterima di perusahaan itu difable yang mampu mengerjakan suatu
pekerjaan yang dibutuhkan perusahaan, dan bukannya difable yang kegiatan phisiknya tergantung dengan orang lain,“ tegas Sucipto.
Guna mengoptimalkan program tersebut PIhak Dinsosnakertran Kab
Boyolali terus menjalin kemitraan dan melakukan sosialisasi ke peruhaan-
perusahaan di Boyolali agar pihak Perusahaan memberi lapangan
pekerjaan kepada kaum difable dengan menerima sebagai karyawan. Di
Boyolali lanjut Sucipto Peruhaan sudah banyak yang mempekerjakan kaum
difable sesuai dengan keahlian dan kebutuhan perusahaan. “Banyak
kaum Difable di Boyololi bekerja di perusahaan seperti bekerja di
perusahaan Garment, bekerja di perusahaan plastik dan masih banyak
perusahaan lain yang mengkaryakan mereka,“ katanya.
*newsroom Humas Boyolali