KEBUMEN -- Relokasi pasar di sejumlah pasar di Kebumen dipastikan tak  berpengaruh terhadap ketersediaan dan harga barang di pasaran.Distribusi barang  masih lancar dan  aman.  Hal tersebut diungkapkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Perindag dan Pengelolaan pasar  Kabupaten Kebumen Agung Patuh, Senin (7/5).


Agung menambahkan pihaknya  telah melakukan pemantauan di 5 pasar yang direlokasi. Yaitu Pasar Tumenggungan, Pasar  Jatisari, Karanganyar, Pasar Prembun serta Pasar Tlogo Pragoto, Mirit.  Pantauan di sejumlah pasar tradisional tersebut  menunjukan distribusi kebutuhan pokok  secara  umum  masih dalam  kondisi normal. Begitu pula dengan stok barang  juga aman, termasuk harga  barang juga stabil. "Kami pastikan distribusi, stok barang dan harga masih dalam kondisi aman," kata Agung. 

Cabe Meluruh, Ikan Kering Makin  Melonjak 

Sementara  hasil pantauan Perkembangan harga  barang menunjukan   secara  umum   harga barang di sejumlah pasar tradisional masih stabil. Kalaupun ada kenaikan, tidaklah terlalau signifikan. 


Dan nampaknya  komoditi ikan kering masih menjadi primadona. Seperti  ikan teri tawar  yang  naik 16,67%  dari  Rp 30.000 per kg menjadi Rp Rp 35.000 per kg. Harga  ikan teri tawar  memang  semakin membumbung. Pada  bulan lalu hanya Rp Rp 28.000 per kg, kemudian  naik menjadi  Rp 30.000 per kg dan  sekarang mencapai Rp 35.000 per kg.Jenis ikan kering lainnya yang mengalami kenaikan harga  adalah  ikan teri asin dari Rp 16.000 per kg menjadi Rp 20.000 per kg.  Sementara  ikan peda asin  naik Rp 2000 dari  Rp 13.000 per kg menjadi  Rp 15.000 per kg (15.38%). 


Sedangkan  kebutuhan   pokok yang mengalami penurunan  adalah cabe rawit dan bawang putih. Harga Cabe rawit semakin meluruh di  angka  Rp 9000 per kg, atau turun  25%  dari Rp 12.000 per kg di minggu lalu.  Sedangkan harga  bawang putih   turun Rp 1000  dari Rp 12.000 per kg menjadi Rp 11.000 per kg. Harga  cabe makin melemah karena sedang musim panen sehingga stok melimpah.  www.jatengprov.go.id/newsroom_Kebumen