Temanggung, JTNR- Pemerintah Kabupaten Temanggung manaruh perhatian serius terhadap penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang yang berkembang di masyarakat. Oleh karena itu melalui Badan Narkotika Kabupaten Temanggung berupaya keras agar permasalahan narkoba bisa diatasi secara optimal dan berkelanjutan.
Hal itu dikatakan Wakil Bupati Temanggung Ir. Budiarto, MT, yang juga selaku Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK), pada acara temu remaja di pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, Minggu (26/12). Acara Temu Remaja diikuti 164 peserta terdiri dari remaja Desa/ Kelurahan binaan, Desa P2MBG, Remaja putra-putri GOW dan perwakilan siswa SMK.
“Kasus narkoba di Temanggung yang dapat diungkap sejak tahun 2006 hingga 2008 sebanyak 31 kasus, sedang HIV/AIDS sejak tahun 1997 hingga 2008 sebanyak 70 kasus dan 33 diantaranya berakibat meninggal dunia. Biasanya penyalahgunaan narkoba berawal dari merokok dan minum alkohol kemudian meningkat mengkonsumsi psikhotropika dan narkoba“ tandasnya. Seraya menambahkan, bahwa dampak selanjutnya adalah melakukan sex bebas yang berakibat menimbulkan penyakit kelamin/HIV AIDS dan penyakit kronis lainnya.
Menurut Budiarto, jalur peredaran narkoba di Temanggung selama ini terorganisir secara rapi. Dikatakan, Narkoba disuplai dari agen yang berada di Semarang , Yogyakarta dan Purwokerto, kemudian disalurkan melalui Salatiga dan Magelang kota . Sesampainya di Temanggung oleh sub penyalur, kemudian diedarkan hingga sampai ditangan pemakai. Adapun beredarnya narkoba antara lain dipengaruhi adanya warga Temanggung yang hidup di kota besar dibawa pulang dan dikembangkan di daerah asal.
Upaya pencegahan yang perlu dilakukan adalah melalui peningkatan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dikalangan generasi muda. Melakukan konsultasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat melalui tokoh agama dan tokoh masyarakat. Selain itu juga menekankan pentingnya pengawasan orangtua, guru dan masyarakat. Kepada masyarakat juga diminta hati-hati terhadap modus peredaran narkoba dan mau melaporkan kepada aparat untuk diproses hukum.
Ketua panitia Ny. Endang Sutopo menjelaskan, temu remaja bertujuan menciptakan remaja yang cerdas, beriman, berkualitas dan mampu menjadi pemimpin bangsa yang bijaksana serta bebas narkoba. Disamping itu juga untuk meningkatkan keterampilan remaja agar menjadi hidup mandiri, kreatif dan inovatif. Materi Temu Remaja yang disajikan meliputi, bahaya penyalahgunaan narkoba, pengelolaan dan keterampilan membuat tong sampah serta masalah KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga. (Edy Laks. Ed- EF)