Misi 3 : Memantapkan kondisi sosial budaya yang berbasiskan kearifan lokal

 


Surakarta - Terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan kompeten di bidangnya agar memiliki daya saing di kancah global, tentunya akan menjadi faktor pendukung yang sangat signifikan dalam memajukan suatu daerah bahkan suatu negara. Salah satu faktor penunjang terciptanya SDM yang berkualitas adalah dengan meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya dalam hal penyediaan asupan gizi yang sangat dibutuhkan oleh anak–anak sejak dini. Pemerintah Kota Surakarta sangat concern dan selalu berupaya maksimal dalam memperhatikan, memantau juga meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah di Surakarta. Menyadari hal tersebut, pemerintah Kota Surakarta mengadakan program yang disebut “Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS)” guna meningkatkan kesehatan dan menyediakan asupan gizi bagi anak sekolah, yang dimasa mendatang diharapkan akan menjadi tunas bangsa yang berkualitas sehingga mampu memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

 

Program PMT-AS yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Kota Surakarta ini diadakan guna memperbaiki  gizi bagi anak sekolah. Hasil pengukuran status gizi tahun 2009 menunjukan 24% anak SD/MI di Kota Surakarta menderita Kurang Energi Protein (KEP) dan 54,7% menderita Anemia Gizi. Kekurangan Energi protein sendiri dapat berdampak pada melemahnya sistem imun tubuh yang akan mengakibatkan menurunnya konsentrasi belajar. Sedangkan Anemia mengakibatkan penurunan prestasi belajar siswa dikarenakan melemahnya aktivitas belajar di sekolah. Adanya program PMT-AS ini diharapkan dapat meningkatkan asupan gizi dan kadar hemoglobin pada anak sekolah sehingga proses belajar anak dapat berjalan normal yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi anak. Tujuan program PMT-AS yaitu untuk meningkatkan ketahanan fisik anak sekolah melalui perbaikan gizi dan kesehatan, sehingga dapat meningkatkan minat kemampuan belajar dan berprestasi anak - anak tersebut. Sasaran utama program PMT-AS 2010 yaitu 5.563 siswa yang terdiri dari 3.851 siswa SD di 20 SD terpilih (termasuk 9 SD Plus) dan 1.712 siswa TK di 40 TK terpilih. Pelaksanaan program tersebut akan berlangsung pada bulan Maret hingga Mei 2010. Total Volume kegiatan pada setiap anak adalah 36 kali makan dengan anggaran Rp 2.500,- per anak setiap kali makan. Menu yang diberikan berupa susu dan kudapan. Asupan nilai gizi yang disediakan dalam program PMT-AS untuk Energi berjumlah 250-300 Kkal dan Protein 5-10 gram.

 

Untuk memperoleh progress yang maksimal, diperlukan adanya kegiatan penunjang dari program PMT-AS dengan cara melaksanakan orientasi PMT-AS bagi guru pengelola sekolah, melaksanakan pemeriksaan kadar Hb (Hemoglobin) pada sasaran SD (Mandiri Sekolah), memberikan obat cacing dan syrup Fe serta melakukan pemantauan pelaksanaan program PMT-AS pada sasaran anak SD dan TK yang terkait. Program PMT-AS ini diharapkan dapat meningkatkan presensi kehadiran siswa dan mengurangi tingkat prevalensi KEP. Selain prevalensi KEP diharapkan pula program ini dapat mengurangi  penyakit Anemia Gizi, yang ditunjukkan lewat ciri - ciri berupa 5L (Lemah, Letih, Lesu, Lunglai, Lalai) dan pada akhirnnya akan berdampak pada meningkatnya prestasi belajar para siswa SD dan TK yang berkaitan. (kontributor Humas Surakarta_BS).