Ungaran - Kesertaan kaum pria sebagai peserta Keluarga
Berencana (KB) aktif di Jawa Tengah masih rendah. Sampai dengan Bulan Desember
2009, jumlah peserta KB pria tercatat 47.398 orang atau hanya 37,78 persen dari
target yang diharapkan sebanyak 125.444 peserta. “Rendahnya partisipasi pria
dalam program KB disebabkan antara lain karena terbatasnya tempat pelayanan KB
pria dan masih kurangnya tokoh KB pria sebagai contoh bagi masyarakat
setempat,” kata Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah Dra Sri Murtiningsih MS, saat
sosialisasi peran KB pria di Dusun Tekelan Desa Batur Getasan, Senin (22/2)
siang.
Ditambahkan oleh Murtiningsih, terbatasnya metode kontrasepsi pria dalam penggunaan kondom dan Metode Operasi Pria (MOP) juga menjadi salah satu
penyebab kaum pria enggan menjadi peserta aktif KB. Peserta KB pria yang
menggunakan kondom sebanyak 45.418 orang sedangkan 1.980 lainnya menjalani MOP
atau yang dikenal dengan vasektomi. BKKBN sendiri, lanjutnya, terus berupaya
menjalin kerja sama dan koordinasi dengan dinas/instansi pengelola KB di
Kabupaten/Kota untuk terus meningkatkan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE)
tentang peran serta KB oleh kaum pria.
Menurut Murtiningsih, peran tokoh
masyarakat dan komunikasi antar personal secara langsung dengan peserta KB pria
aktif sangat efektif merangkul peserta KB pria baru. “Contohnya di Wonosobo ada
anggota DPRD yang ikut MOP dan ternyata diikuti oleh anggota masyarakat
lainnya. Juga di Jepara, anggota TNI yang memiliki pengaruh di masyarakat juga
efektif mengajak kaum pria ikut KB,” katanya lagi yang didampingi Wakil Bupati
Semarang Hj Siti Ambar Fathonah dan Kepala Badan KB dan PP Kabupaten Semarang
Ir Hariyati MM.
Pada kesempatan itu pula dilakukan pelayanan KB pria dengan MOP secara
langsung oleh mobil unit pelayanan KB milik BKKBN Propinsi Jawa Tengah.
Murtiningsih dan Wakil Bupati Semarang melihat secara langsung proses MOP dalam
mobil layanan keliling tersebut. Sebanyak 33 orang warga Dusun Tekelan dan
sekitarnya langsung dilayani dan menjadi peserta KB dengan MOP. “Jumlah ini
sangat luar biasa. Bandingkan dengan peserta KB Pria dengan MOP di Klaten yang
hanya sepuluh orang dalam setahun,” ujar Murtiningsih lagi. Keberhasilan ini,
katanya, menunjukkan efektifitas komunikasi antara peserta KB pria aktif yang
tergabung dalam Paguyuban Prio Utomo Lestari Dusun Tekelan untuk mengajak kaum
pria lainnya aktif ber-KB.
Sementara itu, Kepala Badan KB dan PP Ir Hariyati MM
menjelaskan kesertaan pria untuk ikut KB sebanyak 3.172 orang, terdiri dari
pengguna kondom 778 dan MOP 2.394 orang. Jumlah itu baru 2,02 persen dari
peserta KB aktif secara keseluruhan atau masih dibawah sasaran nasional sebesar
4 persen. Sedangkan paguyuban Prio Utomo telah terbentuk sepuluh kelompok yang
tersebar di enam kecamatan yakni Getasan, Suruh, Bringin, Bancak, Kaliwungun
dan Ungaran Barat. “Jumlah peserta KB aktif hingga Januari 2010 sebanyak
157.011 atau 83,46 persen terhadap 188.120 Pasangan Usia Subur (PUS) yang ada,”
terang Hariyati. Menyinggung tentang Total Fertility Rate (TFR) atau rata-rata
jumlah anak setiap PUS di Kabupaten Semarang, pada tahun 2009 lalu tercatat
2,04. Angka itu turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2,12. Hariyati mentargetkan pada tahun 2014 mendatang angka
TFR akan berada pada angka 2,00. Untuk mencapai itu, angka kesertaan KB pada
tahun 2014 ditargetkan 84,2 persen dari total PUS.(*/Kontributor kabupaten semarang/junaedi_BS)