Tidak lama lagi, di Kabupaten Banyumas akan berdiri pabrik semen yang diproyeksikan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyumas dan sekitarnya. Pembangunan pabrik semen dilakukan di Desa Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang, diawali dengan peletakan batu pertama (ground breaking) oleh Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, Senin (8/10).

 

Luas wilayah proyek pabrik dan utilitas yang akan dibangun meliputi jalan produksi dan jalan tambang seluas 49,6 hektar  di Desa Pancasan, Karangbawang dan Tipar Kidul, 393,7 hektar lokasi penambangan batu gamping Desa Sawangan, Karangbawang, Kracak, dan Darmakradenan Kecamatan Ajibarang, Desa Paningkaban dan Karangkemojing Kecamatan Gumelar, ditambah 95,6 hektar penambangan tanah liat Desa Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang, sebagai bahan baku semen.

 

Pabrik semen PANASIA yang akan dibangun dan dioperasikan oleh PT Sinar Tambang Arthalestari (PT STAR) Bandung tersebut investasinya hingga 2,9 trilyun. Pembangunannya diperkirakan selesai akhir tahun 2014 mendatang. Pabrik ini akan menjadi pabrik semen kedua yang dibangun di Jawa Tengah setelah Semen Nusantara Cilacap. Sebelumnya, pabrik serupa juga pernah direncanakan akan dibangun di Kabupaten Pati, tetapi gagal karena berbagai kendala.

 

Gubernur Bibit Waluyo mengapresiasi kinerja investasi yang telah dilakukan oleh Kabupaten Banyumas. Bibit berharap bupati-bupati lain di Jawa Tengah dapat mengikuti langkah-langkah yang telah diambil oleh Bupati Banyumas, khususnya dalam kinerja memajukan daerah dan meningkatkan keserjahteraan masyarakat, melalui berbagai terobosan dan kreativitas sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

 

Bibit berharap, dalam pengoperasiannya nanti, PT STAR selaku pengelola dapat berkontribusi  terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah, dengan memberdayakan tenaga-tenaga kerja dari Banyumas dan sekitarnya, termasuk kalangan civitas akademika di Banyumas, Semarang, Yogyakarta dan daerah-daerah lain di wilayah Provinsi Jawa Tengah sebagai tenaga-tenaga ahli sesuai dengan stratanya.

 

Sementara Bupati Banyumas, Drs Mardjoko MM mengatakan, tawaran investasi dari PT STAR untuk membangun pabrik semen disambut baik mengingat rencana tata ruang wilayah (RTRW) mendukung untuk lokasi pembangunan pabrik/industri besar. Menurutnya, pembangunan pabrik semen di Kecamatan Ajibarang merupakan sebuah keputusan investasi yang tepat terkait kebutuhan dalam negeri yang cukup besar akan pasokan semen saat ini, dan potensi sumber daya alam yang tersedia di Kabupaten Banyumas.

Secara teknis, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Banyumas, Ir Anton Adi Wahyono menjelaskan, Banyumas memiliki potensi bahan galian batugamping dan lempung yang relatif besar yang sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal.

 

Bahan galian batu gamping tersebut terdapat di Desa Sawangan, Darmakradenan Kecamatan Ajibarang sampai Desa Karangkemojing Kecamatan Gumelar, sedangkan tanah liat/lempung ada di Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang, dan Desa Karangkemojing Kecamatan Gumelar. Berdasarkan hasil eksplorasi, cadangan batugamping yang ada di Kecamatan Ajibarang kurang lebih 713.561.393 ton, sedangkan cadangan tanah liat/lempungnya kurang lebih 282.252.433 ton.

 

Pemanfaatan batu gamping tersebut selama ini baru untuk pembuatan kapur tohor sebagai bahan campuran bangunan, padahal potensi yang cukup melimpah tersebut akan lebih baik apabila pemanfaatannya ditingkatkan guna mendukung perekonomian masyarakat setempat dan juga pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya adalah pembuatan klinkler semen portland. Bahan baku utama untuk pembuatan semen portland adalah batu gamping dan lempung.

 

Mengingat batu gamping di Kecamatan Ajibarang dan sekitarnya mempunyai kualitas dan kuantitas yang sangat baik, maka pembangunan pabrik semen di Kecamatan Ajibarang sangatlah tepat dilakukan mengingat keterdapatan potensi bahan baku semen mudah untuk dijangkau dengan Rencana Tata Ruang Wilayah yang tersedia  mendukung untuk pembangunan  industri besar.

 

Jika pengembangan pabrik semen yang direncanakan dengan kapasitas 2,5 juta ton pertahun dari tahun pertama hingga tahun kelima, sedangkan pada tahun keenam hingga seterusnya mengalami peningkatan menjadi 5 juta ton/tahun, maka kebutuhan bahan baku gamping  dari tahun pertama hingga kelima sebesar 2.800.000 ton per tahun dan pada tahun keenam hingga seterusnya target produksi batu gamping sebesar 7,000,000 ton.

 

Sementara kebutuhan untuk tanah liat sebesar 650.000 ton per tahun dari tahun pertama hingga tahun kelima, dan pada tahun keenam dan seterusnya target produksi meningkat menjadi 1.600.000 ton per tahun. Berdasarkan rencana produksi yang ada dengan memperhatikan cadangan bahan baku yang tersedia, maka perkiraan umur tambang atau umur pabrik semen yang ada kurang lebih 105 tahun. “Ini adalah proyek investasi yang serius yang akan berdampak positif terhadap kehidupan rakyat Banyumas untuk setidaknya 2 generasi kedepan”, kata Anton.

Keberadaan pabrik semen di Kecamatan Ajibarang diyakini akan menjadi salah satu pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banyumas dan sekitarnya. Menurut Kepala Dinas ESDM, Ir Anton Adi Wahyono, dengan adanya pabrik semen, sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akan diterima oleh Kabupaten Banyumas  mencapai 20 milyar per tahun.

 

Anton merinci, jumlah tersebut berasal dari pajak sebesar 20% dari nilai produksi gamping dan lempung (tanah liat). Pada tahun pertama hingga tahun kelima total pendapatan pajak sebesar Rp 8,03 per tahun. Angka tersebut akan meningkat pada tahun ke-enam hingga tahun kedua puluh menjadi 20 milyar per tahun. Jumlah ini belum termasuk Pajak Bumi dan Bangunan serta pajak-pajak lain yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

 

Selain meningkatkan PAD, pendirian pabrik semen juga akan menyerap banyak tenaga kerja. Pada saat pembangunan pabrik atau tahap konstruksi jumlah tenaga kerja yang terserap kurang lebih 3.500 orang, sedangkan pada saat pabrik beroperasi dapat menyerap tenaga kerja 2.500 orang. keberadaan pabrik semen akan berdampak lanjutan (muliplayer effect) terhadap perkembangan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Ajibarang dan sekitarnya. www.jatengprov.go.id_humasjateng   Sumbang PAD 20 Milyar per Tahun, Serap 3.500 Tenaga Kerja