ft walkot gaura 2.jpg

PEKALONGAN  – Rumah sakit Bendan, Kota Pekalongan akan segera dilengkapi dengan ruangan khusus peralatan untuk penderita Orang dengan HIV AIDS (ODHA)  dan Darurat Psikiatri. Hal itu ditegaskan Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad, Kamis (15/3), usai menjenguk Gaura Mancarita, seorang ahli batik asal Australia yang dirawat di RS tersebut karena menderita hernia.

 

“Kedua ruangan itu penting  agar warga Kota Pekalongan dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh jika memeiiki kerabat dengan penyakit seperti itu,” katanya.  Saat ini dokter ahli penyakit tersebut seminggu dua kali datang ke RS Bendan dan membagikan pengetahuanya kepada dokter-dokter umum yang ada disini,” tambahnya.

 

Basyir yang datang bersama istrinya Balqis Diab mentargetkan kedepan Rumah sakit yang dibangun tiga tahun lalu bisa menjadi Rumah Sakit rujukan bagi warga Pekalongan dan sekitarnya. ”terutama dalam hal penyakit Mata serta Ibu dan anak,” tandasnya.

 

Guna meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat  Basyir menandaskan ada tiga hal pokok yang dipegang teguh oleh pihak rumah sakit. Yang pertama ketika masuk tidak ditanyai uang. Kedua dilayani dengan sepenuh hati. “Dan ketiga ketika akan pulang tidak ditanyakan masalah keuangan. Yang tak kalah penting lagi, menurut Basyir adalah pihak Rumah sakit tidak boleh menolak pasien," katanya lagi.


Sementara itu Gaura Mancarita yang masuk RS Bendan sejak  Rabu kemarin mengaku pelayanan RS Bendan ini berbeda dengan RS yang lain. “Sejak mulai masuk pelayanan sangat ramah dan menyenangkan hingga seolah saya berada di rumah sendiri,” kata Gaura. Menurut Gaura standar pelayanan di RS Bendan patut untuk ditiru RS lain. “Ini juga pantas ditiru oleh Bupati atau Walikota daerah lain dalam memperhatikan kesehatan masyarakatnya,” tutur Gaura lagi. (Humas & Protokol/Achmad Mahmudin)