BANJARNEGARA – Diperlukan langkah
cerdas dari pengurus untuk hidupkan koperasi. Karena tanpa kecerdasan dan
keberanian untuk melakukan terobosan, kecil kemungkinan koperasi untuk dapat
berkembang. Demikian jelas Wabup Hadi Supeno, M. Si, di hadapan peserta Rapat Anggota
Tahunan (RAT) Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI), Sabtu (14/04)
di Aula Al Munawwaroh.
Salah satu contoh adalah
apa yang dilakukan oleh PKPRI dengan melakukan program kemitraan. Langkah
cerdas ini, sambung Hadi, terbukti mampu menolong hidupnya PKPRI saat Simpan
Pinjam yang menjadi andalan usaha koperasi menurun, program kemitraan ini
memberikan keuntungan yang menutup kekurangan di sisi usaha lain. Sedangkan berkait dengan
fenomena simpin menurun, lanjutnya, semestinya menjadi kajian pengurus mengapa
hal tersebut terjadi sementara masih banyak anggota yang membutuhkannya. Karena
bukan tidak mungkin, lanjutnya, penurunan omset usaha simpin tersebut
dikarenakan persaingan dengan lembaga keuanagan lain dalam hal pelayanan jasa
simpan pinjam.
Untuk mensiasati hal
seperti ini, lanjutnya, pengurus koperasi harus berani menampilkan program yang
menarik. Misalnya dengan menawarkan kemudahan dan bunga simpin yang rendah.
“Secara filosofis, meminjam di koperasi itu semestinya prosedur peminjaman
lebih mudah dan bunganya juga lebih rendah dibanding Bank atau lembaga keuangan
lainnya” katanya.
Di sisi lain saya
melihat, lanjutnya, saat koperasi-koperasi lain mengalami masa vakum, bahkan
ada yang mati suri, justru koperasi pegawai negeri tetap bertahan dan
berkembang. “Ke depan saya berharap PKPRI menjadi motor revitalisasi perkoperasian
di Banjarnegara” katanya.
Ketua PKPRI Bambang Purnomo,
SE menjelaskan bahwa PKPRI beranggotakan 70 koperasi dengan 9.840 anggota
perorangan. Sisa hasil usaha untuk tahun ini tercatat 101.485.214;-. “Selain
SHU, keuntungan juga dibagikan dalam bentuk uang hadir, seragam dan voucer
belanja di minimarket milik koperasi” katanya.
Pengurus PKPRI dalam
upaya mengembangkan koperasi, lanjutnya, melakukan sejumlah upaya terobosan. Namun
diantara langkah tersebut pada saat sekarang ini yang paing menggembirakan
adalah program kemitraan dengan Alfa Mart. Dari program ini lahir dua
minimarket modern, yang pertama berlokasi di Kantor PKPRI dan kedua di Kantor
Dekopinda. “Dua minimarket tersebut menyumbang lebih dari 60 % pendapatan
PKPRI” katanya. **www.jatengprov.go.id/newsroom_Banjarnegara