New Picture (3).png KENDAL - Banyaknya program pemberdayaan masyarakat yang diadakan pemerintah harus benar – benar menyentuh rakyat miskin. Tak pelak, berbagai program tersebut harus terintegrasi dan ada perumusan kesepakatan bersama atau rekomendasi tindak lanjut untuk melaksanakan program pengenasan kemiskinan.


Wakil Bupati Kendal, H. Mustamsikin, S.Ag, M.Si mengatakan hal tersebut saat memberikan sambutannya pada Semiloka DPRD PNPM Mandiri Perdesaan, di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Kendal, Selasa ( 26 / 6 ).  Menurut Wabup, harus ada tindak lanjut disertai komitmen untuk melaksanakan apa yang yang menjadi keputusan pada semiloka tersebut.


Merujuk pada Peraturan Presiden no 15 tahun 2010 tentang penanggulangan kemiskinan, Wabup mengajak seluruh element pemberdayaan masyarakat untuk bersama-sama mengatasi persoalan kemiskinan yang merupakan permasalahan mendesak dan memerlukan penanganan yang terecana dan sistematik.


Sementara, Ketua DPRD Kendal, Hj. Anik Kasiyani menjelaskan, berbagai program penanggulangan kemiskinan memperoleh dukungan penuh dari para wakil rakyat. Program penanggulangan kemiskinan yang terbagi menjadi empat klaster yaitu penanggulangan keimiskinan yang berbasis keluarga, pemberdayaan masyarakat, peningkatan usaha mikro dan kecil serta berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat, harus dilaksanakan secara menyeluruh dan bertanggungjawab.


Sementara itu kegiatan semiloka tersebut juga diwarnai dengan kesaksian upaya penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat di Desa Truko Kecamatan Kangkung yang disampaikan Kepala Desa Truko, Racmad.

Penanggulangan kemiskinan yang telah dirasakan masyarakat desa tersebut berupa bantuan beras untuk masyarakat miskin ( raskin ), bantuan permodalan berwujud KUBE ( kelompok Usaha Bersama ) fakir Miskin, PUAP ( Program usaha Ahrobisnis Pertanian ), SKKP ( Simpa Pinjam Khusus Perempuan ) serta UP2K ( Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga ).


Upaya penanggulangan kemiskinan juga dirasakan melalui pembangunan sarana dan prasarana yang merupakan kegiatan partisipatif pemerintah dan PNPM. Berbagai pelatihan ketrampilan pada para ibu rumah tangga juga telah menampakan hasil yang nyata.


Kegiatan ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat juga ditawarkan pembicara lain yang berasal dari Fakultas peternakan dan Pertanian UNDIP Semarang, Dr. Agus Setiadi. Agus memaparkan pemanfaatan limbah pertanian dan tanaman air ( Azolla dan Glacilaria ) dengan konsep zero waste ( bebas limbah ) yang bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. (** hedj / media massa/p)