Wonogiri - Tujuh kecamatan di
Kabupaten Wonogiri berada pada dataran tinggi di atas 600 meter dari permukaan
air laut (dpl), sehingga punya potensi yang cukup besar untuk dijadikan
investasi perkebunan teh. Ketujuh kecamatan tersebut adalah Kecamatan
Girimarto, Slogohimo, Bulukerto, Puhpelem, Kismantoro, Jatiroto, Tirtomoyo dan
Karangtengah. Hanya saja, hingga saat ini belum ada yang mencoba untuk
menanamnya.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas
Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Wonogiri Ir. Sri Djarwadi, MM melalui Kabid
Perkebunan Tugiyo belum lama ini. Dikatakan bahwa yang menjadi kendala utama adalah belum adanya petani yang tertarik menaman teh. Juga karena tidak ada
investor yang masuk ke Wonogiri. Selain itu, hasil panen daun teh dipasarkan
keman juga belum diketahui.
“Tidak rumit sebenarnya merawat
tanaman teh. Lebih mudah karena yang dipanen kan daun bukan buah. Tapi kendala utama pada
penjualan. Itu sebabnya yang masih banyak ditanam petani adalah janggelan,
cengkih, cokelat, vanili, lada, karet dan tembakau,” jelasnya.
Ditambahkan bahwa dalam sebulan
daun teh bisa dipanen tiga hingga empat kali. “Perawatan hanya pemangkasan dan
pemberian pupuk serta menyiangi rumput. Secara teknis dinas siap jika memang
ada yang tertarik. Bantuan bibit melalui provinsi ada. Tanaman teh juga lebih
tahan hama,”
lanjutnya.
Bahkan, secara teknis Dinas siap
untuk membantu jika memang ada yang tertarik. Bantuan bibit dapat didapat
melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Tanaman teh juga mampu bertahan
terhadap serangan hama,”
lanjutnya.
Harga jualnya pun menurutnya
tidak kalah dengan harga janggelan yang kini menjadi primadona di wilayah
pegunungan Wonogiri. “Harga pasti per kilo kami tidak tahu pasti, tapi dibanding
janggelan kami kira tidak kalah,” tandasnya.
Menurutnya, jika memang ada
pasar, maka masyarakat di wilayah berpotensi akan diajak berembuk mengingat
lahan yang hendak ditanami adalah lahan warga. (HUMAS – esti suci)