
Wonosobo- Bersama Wakil Bupati dan Ketua DPRD
Kabupaten Wonosobo, Bupati Wonosobo HA Kholiq Arif menyatakan mendukung
perjuangan petani tembakau se-Kabupaten Wonosobo menolak Rancangan Peraturan
Pemerintah (RPP) Pengendalian Dampak Produk Tembakau, atau dikenal luas sebagai
RPP Tembakau. Di depan ribuan laskar kretek dan pecinta tembakau yang memadati
halaman Sasana Adipura Kencana dan seputar alun-alun, Senin (25/6).
Bupati,
Wabup dan Ketua DPRD Wonosobo membubuhkan tandatangan Surat Pernyataan
Penolakan Terhadap RPP Tembakau. Berbeda dengan Wabup dan Ketua DPRD yang
menandatangani surat tersebut di atas meja, Bupati justru bertanda tangan di
punggung Ketua APTI Wonosobo, Irawan. Hal tersebut dilakukan Bupati demi
menunjukkan keseriusan dalam mendukung perjuangan petani tembakau. Melihat
kesungguhan tersebut, ribuan laskar kretek pun menyambut dengan aplause meriah.
Usai
tanda tangan, dalam posisi duduk di panggung menghadap ribuan massa, Bupati
menegaskan komitmen untuk terus mendukung rokok kretek agar bisa dipertahankan
menjadi salah satu produk asli Indonesia. Terkait RPP Tembakau yang oleh para
petani dianggap sebagai rekayasa pihak asing, Bupati akan berupaya meminta
pihak pemerintah pusat agar mendesain RPP menjadi lebih berpihak para petani.
Selain upaya revisi RPP, Bupati juga meminta agar para petani tembakau bersedia
mendukung program penyelamatan lahan kritis di gunung sindoro dan sumbing.
Penyelamatan lahan tersebut menurut Bupati tak kalah penting dibanding
penolakan RPP Tembakau, karena selamatnya lahan kritis akan dapat mengembalikan
fungsi gunung sebagai pengayom dan pelindung, serta memberi kesejahteraan bagi
masyarakat luas. Untuk keperluan penyelamatan kritis tersebut, Bupati meminta
para petani bersedia bertanam kopi dengan pola tumpangsari, di sela-sela
tanaman sayur maupun tembakau.
Sementara,
menanggapi besarnya jumlah petani dari Kertek, Kejajar, Watumalang, Garung dan
Kalikajar, yang hadir dalam orasi sosialisasi tolak RPP tembakau tersebut,
Bupati meminta agar semua peserta bisa tertib, baik selama acara sosialisasi,
maupun di jalan-jalan pada saat hendak pulang. Ketertiban dan kesantunan laskar
kretek dalam sosialisasi menurut Bupati akan menambah simpati masyarakat luas,
sehingga turut mendoakan perjuangan para petani, saat memperjuangkan perubahan
RPP Tembakau di Jakarta, tanggal 2 Juli 2012 mendatang. Keamanan dan ketertiban
laskar kretek selama menyuarakan aspirasi juga diminta oleh Ketua DPRD Wonosobo
dan Wakil Bupati Wonosobo, Hj Maya Rosida MM.
Menanggapi
komitmen para pejabat tinggi dari Eksekutif dan Legislatif tersebut memuaskan
laskar Kretek, Melalui Ketua APTI Wonosobo, Irawan, Laskar Kretek menegaskan
bahwa RPP tembakau tersebut memang layak ditolak. Dengan dukungan para pejabat
yang diwujudkan dalam bentuk tanda tangan di surat pernyataan, mereka mantap
melangkah ke Jakarta untuk memperjuangkan aspirasi bersama petani tembakau dari
seluruh Indonesia.*Kontributor
Humas Wonosobo