Pemkab Boyolali melalu Badan Ketahanan  Pangan dan Pelaksana Penyuluh setempat menggalakkan program  Percepatan  Penganeka  Ragaman Konsumsi  Pangan  dan keamanan pangan / P2KP. Kepala Bidang   Penganeka ragaman  Konsumsi Pangan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh , Lusi Diyah menegaskan  himbauan P2KP ini dimaksdukan untuk  memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat  tentang konsumsi makanan yang sehat, aman beraneka ragam,  dan memenuhi gizi yang seimbang. 

 

“Dalam hal ini menu makanan yang kita konsumsi  berbasis Beragam Bergizi Seimbang dan Aman/ B2 SA  dan jangan sampai  masyarakat mengkonsumsi makanan  yang kurang aman dan tidak sehat  “ Tegas Lusi .   Selama ini ada indikasi  makanan  yang beredar dipasaran banyak mengandung logam berat , Mercuri, Pewarna makananl, bahan pengawet , dan Formalin,/ Padahal makanan yang mengandung zat tersebut jika  dikomsumsi masyarakat lambat laun bisa membahayakan bagi kesehatan . Makanan  terindikasi  mengandung zat berbahaya ini pada umumnya pada  makanan anak, sehingga perlu pengawasan optimal.  

 

Guna mengantisipasi hal tersebut lanjut Lusi Diyah pihaknya melakukan  Sosialisasi dan pengawasan makanan olahan di pasaran.  Sosialisasi dilakukan  kepada  Kelompok tani dan  dan kelompok pengolah makanan.

 

“Jangan sampai Petani menggunakan pestisida berlebihan, sedangkan kepada pengolah makanan jangan sampai  menggunakan bahan pengawet maupun pewarna makanan yang berbahaya “ tegas Lusi.

 

Selama ini ada sebagian petani menggunakan pestisida yang berlebihan untuk menyemprot  tanamannya  sehingga jika hal tersebut terus berlanjut akan berdampak kurang sehat bagi hasil panen tanaman tersebut. Dalam sosialisasi dan pengawasan itu, lanjut Lusi, jika  dilapangan ditemukan  makanan yang tidak aman dan membahayakan bagi kesehatan.  

 

Pihaknya hanya bisa  melakukan pembinaan supaya barang tersebut  tidak diperjualbelikan. Sementara untuk menghidari makanan yang kurang aman dan tidak sehat , Saat ini yang digallakan untuk makanan sehat di Boyolali yakni  beras organik serta  sayuran organik di mana hasilnya cukup diminati masyarakat dan  aman bagi kesehatan.   Seperit yang dirintis di MIsi  Pertanian Taiwan di Teras  Kabupaten Boyolali yang membudidayakan tanaman  Asparagus, Kucai dan sayuran secara Organik. “ Saat ini  pasaran sayuran tersebut didistribusikan ke sejumlah Supermarker di kota - kota besar, “ katanya.

 

Sementara untuk  keanekaragaman makanan ,Pihaknya mensosiaslisasikan makanan pokok selain beras. Hal ini mendasar  karena banyak  sumber makanan  di Boyolali  yang bisa menggantikan fungsi beras .” Sekarang ini kan banyak kandungan karbohidrat  pada umbi- umbian yang  kita miliki  yang bisa untuk menggantikan beras, “ katanya.

 

Selain untuk mengantisipasi ketrgantungan makanan pokok masyarakat pada beras,  kandungan karbohidrat pada  makanan umbi- umbian  tidak kalah dengan beras.  Selain itu lambat laun lahan pertanian kan semakin berkurang akibat pembangunn perumahan dan jalan tol sehingga dengan penganeka ragaman ini sebisa mungkin bisa mengurangi  ketergantungan masyarakat terhadap makanan pokok beras. Namun demikian untuk menanamkan  mengkonsumsi  makanan selain beras mengalami kesulitan karena masyarakat sudah terbiasa mengkonsumsi beras secara  turun temurun.