PEKALONGAN – Nama Kota Pekalongan sepertinya semakin mendunia saja. Bahkan kota yang terkenal dengan batiknya ini ditawari untuk ikut pameran dagang (Trade Fair)  di Koreas Utara. Penawaran itu disamapaikan langsung oleh Duta besar Indonesia untuk Korea Utara  Nasir Gustaman kepada Walikota Pekalongan Dr HM Basyir Ahmad Senin (27/2) di ruang kerjanya.

 

Dalam pertemuan itu Walikota Pekalongan didampingi sejumlah pejabat seperti Kepala Bappeda Ir Feizal, Kepala DPU Ir. MM Sumarni MM, kepala Disperindagkop Drs.Gunindyo, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Sri Budi Santoso, M.Si,  Kabag Humas dan Protokol Supriyadi SH, MPd dan lain-lainya.

 

Nasir Gustaman pada kesempatan tersebut memaparkan adanya kesempatan bagi Indonesia pada umumnya dan pekalongan pada khususnya untuk dapat mejalin hubungan dagang yang lebih erat dan saling menguntungkan denga Korea Utara. “Pada saatnya nanti Korea Utara pasti akan lebih terbuka, jika kita sudah berada disana lebih dulu pasti akan lebih bagus untuk kita,” katanya.

 

Ditambahkan oleh Nasir pameran dagang itu berlangsung setahun dua kali. Yakni bulan Mei dan Oktober. “Jika Mei terlalu dekat, mungkin Pekalongan bisa bersiap dulu dan meningkutinya untuk yang bulan Oktober,” tambahnya.

 

Terhadap penawaran itu Basyir Ahmad menanggapinya dengan antusias.  Kemungkinan akan ada delegasi dulu yang dari Pekalongan untuk melihat-lihat Trade Fair tersebut. “Mungkin itu bisa disatukan dengan perjalanan ke negeri China,” tandasnya.

 

Basyir menilai hal itu sebagai peluang untuk semakin mengembangkan potensi dalam negeri sekaligus sebagai pertimbangan dalam mengekspor barang. “Jika misalnya disana ada kain atau sutera untuk batik yang lebih mengpa kita tidak mengambil dari sana saja,” ungkapnya. Rencananya akan segera dibentuk panitia kecil untuk menindak lanjuti pertemuan dengan duta besar RI untuk Korea Utara ini.

**kontributorHumasKotaPekalongan_A.Mahmudin