
WONOGIRI
- Tim dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan
Asosiasi Petani Organik (APO)
Wonogiri, telah berhasil mengembangkan pupuk organik bebas bau. Keberhasilan
pembuatan pupuk tersebut dilaporkan kepada Bupati Wonogiri H. Danar Rahmanto,
Sabtu (3/3).
‘’Setelah
dilakukan riset, akhirnya kami berhasil menciptakan mikroba, yang selanjutnya
kami jadikan staterkit pembuatan pupuk organik. Di Wonogiri, hasil temuan LIPI
sudah dapat diterapkan dengan baik oleh APO.
Kini hampir semua anggota APO
mampu memproduksi pupuk organik sendiri, sehingga mampu mengurangi konsumsi
pupuk kimia,’’ kata Bambang Prasetyo, Deputi IPH LIPI, di hadapan Bupati
Wonogiri.
IPH
LIPI menyatakan kesanggupan mereka untuk membantu para petani dalam membuat
pupuk organik sekaligus petani mendapatkan panen yang berkualitas. Sebelumnya,
MoU antara LIPI dan APO sudah
dilakukan. Hadir pula Anggota Komisi IX DPRD Provinsi Subandi PR, Ketua
Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Wonogiri Mulyadi, serta beberapa
anggota DPRD Wonogiri.
“Ini saja baru awal tahun anggaran tapi kami sudah hadir di sini. Ini menandakan bahwa kami sangat peduli dengan cepat diadopsikannya pupuk organik secara mandiri oleh petani di Wonogiri. Baru dikenalkan tapi sudah cepat ditanggapi. Bahkan Bappenas (Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasioanal) juga turut hadir,” jelas Sarjiya Antonius salah satu peneliti LIPI.
Perwakilan dari Bappenas Misdin Simarmata mengatakan Bupati harus bisa menjadi motor dalam rangka menyelesaikan masalah energi dan pangan. “Saat ini oleh Presiden kita diarahkan ke green economy. Salah satunya bagaimana petani bisa menghidupi sekaligus menjaga kelestarian alam dalam hal ini pemanasan global. LIPI punya ini, gerakan lingkungan hidup sekaligus untuk ketahanan pangan. Kalau dari daerah nanti ada laporan dan usulan ke kami bisa kami jadikan dasar untuk tambahan bagi LIPI agar bisa terus kemana-mana. Memang anggaran untuk LIPI saat ini minim,” tegasnya. Bupati Danar Rahmanto menanggapi positif hal tersebut.
Menurutnya, petani adalah sektor riil yang nyata. Apalagi saat ini lahan pertanian kian menyusut, perlu adanya inovasi-inovasi sehingga produk pertanian tetap tinggi. “Di Wonogiri yang mendasar memang petani bukan industri. Jadi semua ini sangat positif dan saya setuju untuk mendukung.” *kontributorHumas-Esti Suci