Misi  2 : Pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis  pertanian dalam arti luas dengan melaksanakan sapta usaha tani,                          pemberdayaan UMKM dan industri padat karya.

 

Temanggung - Guna konservasi lahan di kawasan lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Perahu Pemkab Temanggung  mengembangkan pertanian dengan "Pola Tlahab" .Berdasarkan ujicoba yang dilakukan di  Kecamatan Kledung pola tersebut selain untuk meningkatkan kesejahteraan petani juga mampu menjaga keutuhan lahan dari bahaya erosi.  


Hal itu dikemukakan Bupati Temanggung, Hasyim Afandi pada acara panen kopi petik merah dan tasyakuran pembibitan kopi arabika di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung kemarin. Dikatakan, "Pola Tlahab" merupakan budidaya tanaman tembakau di Desa Tlahab di lereng Gunung Sindoro dengan sistem terasering dan tumpang saring bersama tanaman kopi arabika dan rumput untuk pakan ternak.  “Berdasarkan penelitian, kalau tanpa penahan, tingkat erosi di kawasan Sindoro-Sumbing mencapai 70 ton per hektare per tahun.


Ia mengatakan, dengan pola Tlahab tersebut petani akan memperoleh keuntungan ganda, tidak hanya dari hasil tembakau saja, tetapi juga dari panen kopi dan rumput untuk pakan ternak” ujarnya.


Menurutnya dengan pola Tlahab, sebelum panen tembakau pada bulan Agustus, petani bisa menikmati panen kopi pada bulan Juni-Juli dan juga palawija serta rumput untuk pengembangan ternak. Keberhasilan pola Tlahab, katanya, akan dikembangkan di daerah lain di kawasan Sumbing, Sindoro, dan Perahu.


Sementara itu Ketua Kelompok Tani Daya Sindoro Desa Tlahab, Tohar, mengatakan, hasil panen kopi arabika di desa tersebut tahun 2010 diperkirakan sebanyak 150 hingga 250 ton gelondongan basah dan bisa menghasilkan uang sekitar Rp500 juta.Untuk mendukung sistem tumpang sari Kelompok Tani Daya Sindoro telah mendapat bantuan ternak domba sebanyak 99 ekor pada 2009 dan kini telah berkembang menjadi 115 ekor. **(kontributor Humas_Edy Laks).