
"Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia
yang harus dipenuhi setiap saat". Hal tersebut diungkapkan Bupati Magelang
dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan
dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kabupaten Magelang Ir. Agus Liem, MM pada acara
semiloka peringatan hari pangan sedunia 2011, bertempat di desa Ngargomulyo
Dukun, Sabtu (15/10).
Menurut Bupati, perwujudan ketahanan pangan nasional dimulai
dari pemenuhan pangan di wilayah terkecil yaitu di pedesaan sebagai basis
kegiatan pertanian.
Basis pembangunan perdesaan bertujuan untuk
mewujudkan ketahanan pangan dalam satu wilayah yang mempunyai keterpaduan
sarana dan prasarana dari aspek ketersediaan, distribusi, konsumsi pangan untuk
mencukupi mewujudkan ketahanan pangan di rumah tangga masing-masing.
Dengan kemandirian pangan dapat membawa kedaulatan
pangan bagi masyarakat yang didefinisikan sebagai hak negara dan bangsa yang secara
mandiri dapat menentukan kebijakan pangannya yang menjamin hak atas tanah
rakyatnya serta memberikan hak bagi masyarakatnya untuk menentukan sistem
pertanian tanah sesuai dengan potensi budaya local menjadi ketersedian tanah
yang subur, air, benih termasuk pembiayaan untuk buruh tani serta melarang
adanya praktek perdagangan tanah dengan cara dumping.
Kegiatan semiloka tersebut digagas oleh Sekretariat Pelayanan
Tani Nelayan Hari Pangan Sedunia (SPTN-HPS) bekerjasama dengan pemerintah desa
ngargomulyo, kelompok permata tanen, CCFD, Misereor, KRKP dan ADS.
Bupati juga menambahkan prioritas utama dalam
pemenuhan kebutuhan pangan adalah melalui pengembangan produksi dalam negeri.
Impor pangan sebagai alternatif terakhir untuk mengisi kesenjangan antara
produksi dan kebutuhan pangan dalam negeri sehingga tidak merugikan kepentingan
para produsen pangan di dalam negeri yang mayoritas petani.
“Kita masih berbangga hati karena produksi bahan
pangan di Kabupaten Magelang dalam 1 tahun masih surplus. Untuk beras
surplus 62.000 ton, jagung, ubi jalar, dan sayur-sayuran juga surplus, sementara daging,
susu dan ikan masih minus," ujarnya.
Berdasarkan hasil pengkajian, kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Magelang, maka dapat disimpulkan kabupaten magelang dari tahun ke tahun
semakin tahan pangan, yang didukung dengan ketersediaan yang
cukup, distribusi dan akses pangan yang terjangkau serta konsumsi dan
keamanan pangan yang baik. Dalam kesempatan tersebut bupati juga
membuka lomba masak makanan local.
Menurut camat dukun Ali Setyadi, BA setelah
kejadian erupsi merapi serta kejadian bahaya sekunder berupa banjir lahar
dingin, sebagian besar kecamatan dukun mengalami kekurangan air. Dengan
kondisi alam yang demikian camat dukun mengharapkan kelompok
tani, warga masyarakat dukun untuk menanam tanaman trash dengan maksud
untuk mengendalikan erosi, bisa menangkap, menahan menyimpan air dan
juga mempunyai nilai ekonomi tinggi seperti contohnya pohon aren. **kontributor
kabupaten magelang