BOYOLALI - Meski dibeberapa daerah pertanian di Boyolali gagal panen akibat serangan hama wereng Coklat batang , namun di  Desa Methuk Kecamatan Mojosongo Boyolali berhasil panen yang cukup bagus. Hal ini bisa terjadi karena keompakan petani di desa tersebut untuk memberantas  hama wereng coklat. Demikian disampaikan Wakil Bupati Boyolali Agus Parmanto, saat melakukan panen raya padi pasca serangan hama wereng coklat, di desa Methuk Kecamatan Mojosongo Boyolali, pada lahan pertanian setempat. Selasa (10/8).


Menurut Agus  Purmanto, keberhasilan dalam mengendalikan hama wereng ini patut ditiru daerah lain di Boyolali yang selama ini lahan pertanian gagal panen akibat serangan hama wereng. Coklat tersebut.  “Kerjasama petani yang kompak di desa Methuk ini patut ditiru petani lain sehingga jika ada serangan hama wereng bisa ditanggulangi bersama secara optimal,“ tegas Agus Purmanto. Langkah ini lanjut Wakil Bupati sesuai dengan visi misi pro investasi. 


Bupati dan Wakil Drs Seno Samodro dan  Agus Purmanto dimana dengan  panen ini bisa mendukung ketahanan pangan  Boyolali sebagai lumbung padinya Jawa Tengah. Pihaknya juga berharap kepada Petani Boyolali untuk menepati pola tanam yang baik yaitu padi – padi palawija dan bukan padi terus .  Pola tanam jangan terus padi – padi pantun , namun padi padi dan  Palawija,“ tegas Agus Purmanto .     


Sementara itu, Kepala  Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan/Dispertanhutbun  Kabupaten Boyolali,. Ir Juwaris menegaskan, luas lahan yang dipanen raya di desa Methuk seluas 15 Hektar tanaman padi jenis Situ Bagendit dan 2  hektar lahan jagung. Padi yang baru dipanen tersebut lanjut Juwaris merupakan  bekas serangan hama Wereng Batang Coklat, namun berkat kekompakan petani  desa Methuk dalam memberantas hama wereng sehingga bisa panen secara optimal.  Dari hasil Panen ubinan ukuran 2 X 2,5 Meter  yang dilakukan oleh  Kelompok  Tani ”Tani  Mulyo”  bisa menghasilkan gabah 4,5 kilogram.  ”Jadi kalau di rata - rata setiap hektranya bisa menghasilkan gabah 7,2 ton. ”Tegas Juwaris. 


Dijelaskan meski  sebagian lahan pertaian di Boyolali terserang hama Wereng batang Coklat, namun Boyolali pada tahun 2010 ini  masih surplus  56.520 ton beras.  Hal ini bisa terjadi karena hasil panenan  hingga bulan Juli 2010 di Boyolali mencapai  136 .420 ton beras pada hal kebutuhan konsumsi beras penduduk  pertahun di seluruh kabupaten Boyolali hanya 80.000 ton. 


(*kontributorHumasBoyolali_Warsono).