Misi 6 : Mewujudkan kondisi aman dan rasa aman
dalam kehidupan bermasyarakat
BPBD
- Penyelenggaraan penanggulangan bencana
merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat serta lembaga
usaha. Dalam hal ini, tugas pemerintah Provinsi Jawa Tengah melekat pada tugas
pokok dan fungsi BPBD Provinsi Jawa Tengah. Dalam rangka memberikan
perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bahaya dan selaras dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, BPBD memperhatikan potensi dan kemampuan masyarakat
dalam rangka membangun partisipasi dan kemitraan aktif masyarakat. Sesuai
dengan paradigma pengurangan risiko bencana, aspek pencegahan dan kesiapsiagaan
merupakan hal yang penting dan prioritas dalam penyelenggaraan penanggulangan
bencana. Dalam rangka hal tersebut, BPBD Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan
sosialisasi regulasi, pelatihan manajemen dan teknis berupa Gladi Manajemen dan
Gladi Lapangan Kebencanaan se Jawa
Tengah Tahun 2010.
Maksud dan Tujuan :
Gladi manajemen dan gladi lapangan
kebencanaan dilaksanakan di Kabupaten Magelang, yang dilaksanakan selama 3
(tiga) hari. Maksud dan tujuan penyelenggaraan gladi, yakni : (1) Melatih
aparat dan masyarakat dalam
Kesiapsiagaan dan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), (2) Memiliki pola pikir yang sama dalam
Penanggulangan Bencana dan merubah Paradigma Penanggulangan Bencana dari reaktif
ke pengurangan risiko bencana, (3) Meningkatkan Pengetahuan, Kapasitas,kepekaan
aparat pemerintah dan masyarakat mengenai dasar-dasar Penanggulangan Bencana, (4)
Mensosialisasikan Kebijakan Pemerintah dalam Penanggulangan Bencana.
Pelaksanaan
Kegiatan
Pelaksanaan Gladi Manajemen Gladi lapang kebencanaan dilaksanakan di Kab.
Magelang melalui koordinasi dengan Kesbangpol PB Kab Magelang yang dilaksanakan
di Hotel Pondok Tingal,
dengan jumlah peserta sebanyak 60 (enam puluh) orang terdiri dari Tokoh
masyarakat, Agama, PKK, Sukarelawan, dan aparat desa dan kecamatan.
Kegiatan Gladi Manajemen dan Gladi
Lapangan Kebencanaan meliputi pelatihan manajemen bencana dan praktek kesiapsiagaan
kedaruratan yang diikuti seluruh aparat dan perwakilan masyarakat. Jumlah
peserta yan terlibat adalah sebanyak 60 (enam puluh) orang dengan penekanan
pada daerah-daerah yang rawan bencana alam tinggi. Pelaksanaan kegiatan gladi
manajemen dan gladi kebencanaan melibatkan aparatur pemerintahan yang terlibat
dengan kebencanaan dengan unsur-unsur masyarakat (tokoh masyarakat, tokoh
agama, dan sukarelawan) yang terpilih untuk mengikuti gladi manajemen. Rangkaian
kegiatan gladi diawali dengan ceramah dan pemahaman kebencanaan kepada
masyarakat dengan menghadirkan beberapa narasumber, yaitu dari BNPB dan Pusat Vulkanologi
dan Mitigasi Bencana, Dinas Kesbang Pollinmas, Dinas Sosial, PMI, dan BPBD
Provinsi selaku pelaksana. Dalam pelaksanaan kegiatan gladi selain paparan dan sebagai pencerahan, juga dilakukan tanya
jawab dan diskusi, serta melakukan praktek lapangan berupa bongkar pasang tenda
pleton, Pelatihan PPGD, dapur umum yang dilakukan oleh seluruh peserta dan orientasi
lapangan ke daerah bekas bencana Gunung Merapi di Kaliadem Kabupaten Sleman, D.I
Yogyakarta.
Kegiatan Gladi Manajemen Gladi
Lapang Kebencanaan sudah dilaksanakan sejak Tahun 2008 untuk daerah-daerah
rawan bencana pada 3 (tiga) Bakorwil Provinsi Jawa Tengah yaitu Bakorwil I,
Bakorwil II dan Bakorwil III. Kegiatan ini sangat dibutuhkan secara terus
menerus guna peningkatan kesadaran dan persepsi yang sama bagi peningkatan
kapasitas aparatur dan masyarakat dalam mengantisipasi bencana. Keseluruhan
peserta selain mampu memahami detil kebencanaan dan praktiknya, diharapkan juga
untuk menyebarluaskan informasi dan pemahaman kebencanaan bagi masyarakat
disekitarnya sehingga akan lebih banyak masyarakat yang sadar bencana dan
menjadi desa yang sadar dan tangguh bencana. **(Kontributor BPBD)