Misi 4 : Pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi
secara berkelanjutan
CILACAP - SMP
Purnama 2 Cilacap Rabu (23/06) dilaunching sebagai sekolah yang berwawasan
karakter bangsa oleh Wakil Bupati Cilacap yang diwakili Sekretaris Daerah, H.
Muslich, S.Sos, MM.
Launching yang
berlangsung di SMP Purnama 2 Cilacap, dihadiri tokoh pendidikan Jawa Tengah,
Dr. Sudharta,MM dan Fakhtul Aminuddin Aziz, peraih ISO 9000 bidang pendidikan.
Menurut Kepala Sekolah
SMP Purnama 2 Cilacap, Rasmun Dwijo Waskito, SPd, pihaknya
membentuk sekolah berwawasan karakter bangsa, dilandasi oleh beberapa
pemikiran, antara lain, oleh kritik carut marutnya dunia pendidikan yang sudah
menjadi wacana public. Disamping itu, maraknya kasus korupsi, ketidakdisiplinan
kerja, masalah pengangguran, kreatifitias dan daya juang yang rendah, serta
nilai-nilai moral yang kian luntur dan lentur.
Itu semua, menurut
Rasmun, merupakan contoh kegagalan dunia pendidikan dalam membentuk karakter
peserta didik. Tidak itu saja, gejala demoralisasi dan fenomena
sirkus juga muncul sebagai akibat dari pengabaian karakter.
Dewasa ini lanjut
Rasmun, dunia pendidikan seperti tengah dijangkiti virus krisis ideology, krisis
karakter, jati diri dan krisis kepercayaan. Diakui atau tidak,
dunia pendidikan kita cenderung hanya menggunakan standar normative saja. Peserta
didik dianggap berhasil, diukur dari kompetensi dibidang kecerdasan akademik,
penguasaan ilmu dan tehnologi.
Rasmun menilai, bukan
berarti kompotensi akademik dan penguasaan tehnologi menjadi tidak penting.
Tetapi akan lebih baik, manakala standart formal tersebut diimbangi dengan
pendidikan karakter yang baik. Melalui penanaman budi pekerti dan kepribadian
yang unggul. Perpaduan kedua kompetensi tersebut, bukan
tidak mungkin akan melahirkan pribadi-pribadi yang memiliki integritas tinggi
dalam membangun diri dan lingkungannya.
Wakil Bupati Cilacap
dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah H. Muslich, S.Sos,
MM mengatakan, pembangunan dunia pendidikan memiliki nilai strategis
dan penting, dalam upaya meningkatkan SDM yang berkualitas dan
bermoral.
Karena fenomena yang
terjadi sekarang, lanjut Muslich, budaya santun dan hormat kepada
guru kian pudar, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Oleh karena itu,
pendidikan harus mampu mencetak manusia Indonesia yang mampu menguasai Ilmu
pengetahuan dan tehnologi, sekaligus juga mencetak manusia yang memiliki
kualitas iman dan ketaqwaan yang tinggi kepada Allah SWT.
Seusai Launching, acara
dilanjutkan dengan seminar Nasional dengan tema, “ Peranan satuan pendidikan
dalam meng internalisasi nilai-nilai pendidikan berwawasan karakter
bangsa”. **(kontributorHumasCilacap_hromly)