Misi 6 : Mewujudkan kondisi aman dan rasa aman dalam kehidupan bermasyarakat


Wonosobo -
Pengelolaan sampah harus dilakukan secara ramah lingkungan serta di sumber penghasil, dimana kunci dari keberhasilan pengelolaan sampah tersebut adalah dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce,Reuse,Recycle). Demikian disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup Wonosobo, ir.Triatmi Agustini, dalam pelatihan pemanfaatan sampah organik dan pembuatan biogas.

Reduce yakni dengan meminimalisasi jumlah sampah, reuse memanfaatkan barang bekas agar tidak cepat menjadi sampah dan recycle mendaur ulang sampah dengan cara mengolah sampah, lanjut triatmi. dan segala upaya pengendalian kerusakan lingkungan hidup harus merujuk pada UU no.32 tahun 2009 sebagai pengganti UU no.23 tahun 2007.


Pelatihan sendiri terselenggara atas kerjasama antara Badan Lingkungan Hidup Wonosobo dengan Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Tengah, berlangsung sehari, Selasa (22/6), yang diikuti dua kelompok, dari PKK sebanyak 50 orang, berlangsung di Ruang Rapat Setda Wonosobo dan dari para pendidik sebanyak 50 orang, bertempat di Gedung Wanita. Dalam sambutannya, Kabid I Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Tengah, Ir.Budiharso,M.Si, menyampaikan peran PKK maupun pendidik dalam pelaksanaan bersih dan peduli lingkungan sangat penting. PKK dengan perempuan sebagai penggeraknya, mempunyai peran strategis sebagai pendidik di keluarga, sedari dini mereka bisa menanamkan pengetahuan tentang bersih dan peduli lingkungan pada anak-anak, demikian pula dengan para pendidik di sekolah, mereka bisa menanamkan pendidikan tentang lingkungan hidup secara formal lewat kurikulum berbasis lingkungan. Budiharso juga menyampaikan apresiasinya atas prestasi yang diperoleh Wonosobo, dalam mempelopori sekolah peduli lingkungan, yang ditandai dengan berhasilnya SMP N 1 Mojotengah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat nasional tahun 2010.

Bupati Wonosobo, dalam sambutannya, yang dibacakan Asisten III Setda Wonosobo, Sumaedi, menyampaikan penghargaan yang tinggi atas usaha dan kerja keras semua pihak, dalam ikut menyukseskan salah satu program pemerintah, yakni program pelestarian lingkungan hidup dan kekayaan hayati. Bupati juga berpesan agar kota Wonosobo yang selama ini sudah hijau dan bersih, ditandai dengan diraihnya Adipura empat kali berturut-turut, harus senantiasa dijaga kebersihan kotanya, oleh semua elemen, mulai dari keluarga, pemerintah, sekolah maupun stakeholder terkait, dan target jangka pendek pada tahun 2011 adalah diraihnya kembali Adipura Kencana.

Pada cara pelatihan tersebut secara simbolis, juga diberikan bantuan alat komposter kepada PKK Wonosobo, yang diwakili Ibu Karyoto serta alat biopori kepada Ibu Widi Purwanto dari Dharma Wanita Kabupaten Wonosobo.


Sedang narasumber dalam pelatihan tersebut adalah Kukuh Santosa dari UNNES, serta Ir.Junaidi dan H.M.Kasirudin, pengusaha yang telah berhasil mengembangkan limbah ternak menjadi biogas dan memanfaatkan sampah menjadi pupuk organik. **(HumasWonosobo)