Misi 6 : Mewujudkan kondisi
aman dan rasa aman dalam kehidupan bermasyarakat
Solo – Asia Pasific 3 Konferensi Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan (APMCHUD -
The Third Asia Pacific Ministers’ Conference on Housing and Urban Development) yang digelar di Solo beberapa waktu lalu, mengangkat
tema “Pemberdayaan komunitas untuk pembangunan tata kota yang berkelanjutan”. Menurut
data dari APMCHUD, kepadatan penduduk kota-kota di negara Asia Pasifik
mengalami peningkatan yakni sebanyak 11 dari kota-kota megapolitan di dunia
yang memiliki populasi lebih dari 10 juta orang berada di kawasan Asia. Hal ini
tentunya sangat berpengaruh terhadap pembangunan dan perencanaan kota.
Alasan dipilihnya Solo
adalah kota ini dinilai mampu melakukan program penataan kota serta memperbaiki
kualitas lingkungan. Salah satunya adalah dengan membangun Rumah Susun
Sederhana Sewa (Rusunawa). Pembangunan Rusunawa sangat vital sebab merupakan
kegiatan yang dimaksudkan untuk merevitalisasi kawasan kumuh. Kota Solo
mempunyai dua Rusunawa, yaitu Rusunawa Begalon dan Rusunawa Semanggi.
Rusunawa Semanggi
merupakan salah satu tempat yang dikunjungi oleh peserta APMCHUD. Rusunawa Semanggi
dibangun dengan pembiayaan APBN diatas tanah milik Pemkot Solo. Tujuan utama
pembangunan Rusunawa Semanggi adalah untuk mengakomodasi perpindahan hunian
para pedagang serta masyarakat yang bekerja untuk mendukung kegiatan pasar
Notoharjo, Semanggi. Berikut beberapa data dari Rusunawa Semanggi.*)
Data teknis
|
Lokasi
|
:
|
Kel. Semanggi, Kec. Pasar Kliwon
|
|
Total Bangunan
|
:
|
2 Blok kembar, 5 tingkat
|
|
Tipe Unit
|
:
|
24 M2
|
|
Total Unit
|
:
|
198 unit
|
|
Struktur bangunan bagian bawah
|
:
|
Pondasi tiang
|
|
Struktur bangunan bagian atas
|
:
|
Sistem PSA-VI
|
|
Kontraktor
|
:
|
PT. Mextron Eka Persada
|
|
Anggaran
|
:
|
Rp. 22.752.035.900
|
|
Sasaran
|
:
|
Masyarakat berpenghasilan rendah
|
|
Fasilitas tambahan
|
:
|
Instalasi listrik, air
|
|
|
|
|
|
Spesifikasi interior bangunan
|
|
|
|
Dinding luar
|
:
|
Batako, plester dan cat
|
|
Dindind dalam
|
:
|
Batako, plester dan cat
|
|
Ubin lantai
|
:
|
Keramik (30 x 30)
|
|
Ubin kamar mandi
|
:
|
Keramik 20 x 20 (lantai)
|
|
|
|
Keramik 20 x 25 (didnding)
|
|
Dapur
|
:
|
Tempat cuci piring dan lantai
keramik
|
|
Bingkai pintu dan jendela
|
:
|
Aluminium
|
|
Pintu
|
:
|
Aluminium dan calsiboard
|
|
Langit-langit
|
:
|
Beton (lantai 1 – 4), terbuka +
GRC (lantai 5)
|
|
|
|
|
|
Spesifikasi eksterior bangunan
|
|
|
|
Tipe pondasi
|
:
|
Pondasi tiang
|
|
Dinding
|
:
|
Batako, plester dan cat
|
|
Ubin lantai
|
:
|
Keramik 30 x 30 cm
|
|
Konstruksi tangga
|
:
|
Beton, lantai keramik
|
|
Struktur atap
|
:
|
Baja ringan
|
|
Penutup atap
|
:
|
Metal
|
*)
sumber : Kementerian Pekerjaan Umum