CILACAP. Puncak peringatan Hari Anti Narkoba
International/HANI tingkat Kabupaten Cilacap, Minggu (8/07) malam dilangsungkan
di alun-alun Cilacap, dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Pagelaran
wayang yang menampilkan dua dalang yakni Ki Enthus Susmono dan Ki Bagus
Marwoto, berlangsung meriah. Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto
Pamuji, Muspida, dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Cilacap.
Menurut Kepala BNN Kabupaten Cilacap, H. Ruswanto, SH. Peringatan
HANI 2012 dilaksanakan selama satu bulan penuh dengan mengambil thema Sehat
tanpa Narkoba.
Dalam mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba tahun 2015, lanjut
Ruswanto, BNN Kabupaten Cilacap telah melaksanakan berbagai kegiatan antara
lain, advokasi tentang pelaksanakan kebijakan dan strategi nasional pencegahan,
pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, kepada pemerintah
desa, kecamatan, lingkungan pekerja swasta, sekolah dan kampus.
Kegiatan lain yang dilakukan meliputi, pembentukan kader penyuluh
narkoba di instansi pemerintah, swasta, sekolah dan kampus, melakukan test
urine kepada arapat/PNS, siswa sekolah dan pekerja swasta, melakukan terapi dan
rehabilitasi bagi pecandu narkoba, serta melaksanakan pentas seni budaya P4GN
di sekolah melalui festival band pelajar anti narkoba.
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan tersebut
mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Cilacap untuk menyatakan perang
terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.
Hal ini menjadi perhatian kita bersama, lanjut Bupati, karena
penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, saat ini sangat memprihatinkan dan
mengancam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, serta membahayakan
bagi generasi penerus.
Lebih lanjut dikatakan, bahkan menurut hasil penelitian BNN
bekerja sama dengan pusat penelitian UI, pada tahun 2008, angka penyalahgunaan
narkoba nasional sebesar 1,99 persen atau mencapai 3,6 juta penduduk Indonesia.
Dan pada tahun 2015, jumlah tersebut dapat mencapai 2,8 persen.
(hromly)