Anak berkebutuhan khusus merupakan aset bangsa
dan peru mendapatkan perhatian serius. Pemkab rembang dalam permasalahan
tersebut tak lepas tangan dan berupaya secara bertahap mencarikan solusinya. Hal
tersebut disampaikan Bupati Rembang H Moch Salim saat membuka seminar nasional
dan peluncuran program pendidikan Inklusif kabupaten Rembang kerjasama dengan
Plan Unit Rembang di balai kartini Rembang, Selasa (1/5).
Bupati mengatakan, pendidikan inklusif merupakan hal yang baru tetapi jauh
hari Tim penggerak PKK Kabupaten Rembang telah memberikan perhatian kepada
anak-anak berkebutuhan khusus meskipun masih terbatas jangkauannya. Menurut Bupati Kerjasama antara Dinas Pendidikan Kabupaten
Rembang dan Plan unit Rembang bisa lebih ditingkatkan. ”Khususnya pemikiran kedepan bagaimana anak-anak berkebutuhan khusus nantinya bisa
kembali normal dalam pembelajaran atau perlu ada kelas khusus, sehingga perlu
dicarikan solusinya kedepan,” ujar Bupati.
Bupati juga meminta dinas pendidikan perlu melakukan identifikasi penanganan anak berkebutuhan
khusus, tidak hanya kecamatan atau desa tertentu saja tetapi secara keseluruhan
di masing-masing wilayah anak perlu perhatian sehingga ide atau hasilnya dari
seminar ini ada solusi dan langkah penanganan agar bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Sebagai tindak lanjut Penanganan anak berkebutuhan khusus Pemkab rembang
melalui Dinas pendidikan melakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama (MoU)
dengan PlanUnit Rembang, tujuannya untuk mendukung pemerintah daerah dalam
meningkatkan layanan pembelajaran anak berkebutuhan khusus dalam meningkatkan
partisipasi dan prestasi anak. **www.jatengprov.go.id/newsroom_Humas Rembang