Berdasarkan pengamatan terhadap tenaga kerja Wonosobo
selama pelaksanaan Mini Job Fair yang digelar oleh Disnakertrans Kabupaten
Wonosobo, antusiasme dan minat untuk dapat bekerja di berbagai sektor usaha
masih sangat tinggi. Sayangnya, di saat seleksi yang dilaksanakan oleh
perusahaan, kebanyakan dari mereka terpaksa tersisih. Bukan sekedar karena
kurang terampil dalam bidang pekerjaan, namun sebagian besar tak lolos justru
dalam penilaian attitude (sikap).
Banyak perusahaan yang menetapkan standar perilaku
tenaga kerja cukup tinggi, karena mereka ingin profesionalisme pekerja juga
didukung perilaku dan sikap yang loyal terhadap perusahaan. Demikian
disampaikan oleh Kepala Disnakertrans, Drs Gatot Hermawan, dalam laporan
pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK)
Wonosobo, Senin 21 Mei 2012.
Demi memperbaiki kualitas sikap dan perilaku tenaga
kerja tersebut, Gatot meminta agar selain ilmu kejuruan, para instruktur
menyelipkan pelajaran ilmu perilaku kepada para peserta pelatihan. Diharapkan,
bekal ilmu perilaku tersebut dapat diterapkan, paling tidak saat mengikuti
seleksi wawancara dengan pihak perusahaan. Lebih lanjut, Gatot Hermawan juga
menjelaskan, bahwa pelatihan yang diikuti 112 peserta tersebut merupakan
implementasi dari Program Peningkatan Kompetensi tenaga Kerja dan Produktivitas
dari Disnakertransduk Propinsi Jawa Tengah Tahun 2012.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Disnakertrans Kabupaten
Wonosobo membuka 7 sub kejuruan, meliputi ; Operator Komputer, Administrasi
Kantor, Perakitan Komputer, Menjahit, Bordir, Finishing Mebeluer, dan Rewinding
/ Wekel. Masing-masing jurusan akan diikuti oleh 16 peserta yang telah lolos
seleksi yang diselenggarakan Disnakertrans. Menurut Gatot, pendaftar pelatihan
tersebut sebelumnya mencapai 229 orang, namun setelah diseleksi hanya lolos 112
orang. Mereka akan mengikuti 240 Jam pelatihan, dimana satu jam pelajaran
adalah 45 menit.
Menanggapi laporan Kepala Disnakertrans, Wakil Bupati
Wonosobo, Dra Hj Maya Rosida MM menyambut baik pelatihan terlaksananya
pelatihan untuk angkatan kerja produktif tersebut.
Menurut Wabup, Wonosobo merupakan salah satu daerah yang
memiliki kontribusi tenaga kerja cukup tinggi, terutama untuk pasar luar
negeri, seperti Arab, Hongkong, maupun Malaysia. Namun karena kurangnya
keterampilan, mereka hanya berada di sektor nonformal, alias TKI rumah tangga.
Demi mengurangi jumlah TKI dan TKW yang memburu real maupun dollar tersebut.
Maya menilai bentuk pelatihan berbasis kompetensi sangat
penting. Kepada dua anggota komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo yang hadir dalam
pembukaan pelatihan tersebut, Wabup meminta agar pihak DPRD dapat mengakomodasi
kebutuhan keterampilan tenaga kerja.
Maya juga menegaskan bahwa para pencari kerja akan lebih
baik apabila bekerja di Wonosobo, karena meski digaji tinggi di luar negeri,
tapi keamanan tak terjamin. Kepada para peserta, Maya berpesan agar mampu
memanfaatkan kesempatan selama mengikuti pelatihan, agar setelah lulus mampu
menjadi menjadi tenaga kerja profesional. Lebih bagus lagi, mereka bersedia
mandiri membuka usaha dan memberi manfaat bagi saudara mereka yang belum
bekerja.**Newsroom_Humas
Setda Wonosobo**