CILACAP. Sejumlah 100 bujang sunat dari lima kecamatan se eks
distrik Majenang dan Karangpucung, Kamis (12/04) mengikuti sunatan massal yang
digelar dalam rangka Hari Jadi ke 156 Kabupaten Cilacap.
Pelaksanaan sunatan massal yang dipusatkan Pendopo Kecamatan
Majenang, dihadiri Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, didampingi Assiten
Pemerintahan, Drs. Sutarjo, serta sejumlah pejabat Pemkab Cilacap dan para
orang tua dari bujang sunat.
Sebelum dilakukan sunatan massal, para bujang sunat sejak pagi
diarak keliling kota menyusuri jalan-jalan di kota Majenang dengan menggunakan
seratus becak yang dikemudikan oleh para abang-abang becak Majenang.
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan tersebut
menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada panitia dan semua
pihak yang telah mempersiapkan segala sesuatunya sehingga pelaksanaan sunatan
massal dapat berjalan dengan baik.
Kepada bujang sunat, Bupati berpesan, untuk selalu taat beribadah,
jadilah anak sholeh, berbakti kepada orang tua dan guru, menghindari perbuatan
yang tidak terpuji, dan jadilah panutan bagi temen-temen, karena prestasi yang
anak-anak raih. (hromly)
BUDAYAKAN MENABUNG MELALUI PERAN STRATEGIS PKK
HUMAS CILACAP - Sejumlah pihak berupaya untuk terus membudayakan masyarakat
agar gemar menabung. Seperti dilakukan oleh Bank BTN Cilacap. Dengan
menggandeng organisasi PKK, kegiatan sosialisasi gemar menabung dikemas dengan
berbagai kegiatan seperti lomba drama pendek bertema menabung dan lomba kudapan
non beras.
Menurut Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro, PKK digandeng
karena dipandang sebagai salah satu elemen masyarakat yang cukup strategis
untuk mensosialisasikan kegemaran menabung. Disisi lain, PKK di Jateng dan
Cilacap khususnya sebagai yang terbaik di Indonesia sehingga dianggap cukup
tepat untuk ikut mengkampanyekan gemar menabung.
Melalui kemasan kegiatan tersebut, BTN mencoba menembus masyarakat
berpenghasilan rendah (MBR) dan menyertainya dengan program Tabungan BTN
Cermat. "Selain lomba, para kader PKK juga kami berikan pelatihan sebagai
traning of traner untuk mengedukasi masyarakat kaitannya dengan manfaat
menabung" terang Iqbal. Lomba yang dibuka bupati Tato Suwarto Pamuji
diikuti oleh PKK dari 24 kecamatan yang masing-masing mengirimkan utusan lima
pesertanya.
Intinya kata dia, PKK bisa jadi jembatan informasi perbankan dan
memberikan pembelajaran kepada seluruh masyarakat untuk gemar menabung. Jika
sudah membudaya, harapannya menabung akan menjadi kebutuhan semua orang, dan
selanjutnya Program Tabungan BTN Cermat mampu mendongkrak dana pihak ketiga.
Sementara Corporate Secretary BTN Cilacap, Rakhmat Nugroho
mengatakan, program on line yang baru berjalan satu bulan diwilayahnya ini
cukup mendapat antusias dari masyarakat. Setidaknya sekarang sudah ada sekitar
500 nasabah yang buka rekening untuk Tabungan BTN Cermat. "Kalau untuk
wilayah Jateng DIY sudah sekitar 10 ribu rekening untuk waktu sekitar delapan
bulan terakhir" tandasnya.
BTN sendiri memiliki jaringan kerja yang cukup luas dengan
dukungan 593 kantor konvensional, 32 kantor dengan layanan syariah dan 2.661
kantor layanan yang bekerjasama dengan kantor pos seluruh Indonesia bersistem
on line. (hromly).
LOYALITAS TURUN BUPATI MINTA TETAP NETRAL
HUMAS CILACAP. Bupati Cilacap Tato Suwarto Pamuji mengatakan suhu politik
menjelang berlangsungnya Pemilukada memang mempengaruhi kinerja secara umum
para pejabatnya. Itu karena dirinya yang menjadi salah satu calon bupati untuk
Pemilukada 9 September mendatang. Bahkan dari kuatnya pengaruh tersebut,
membuat loyalitas pejabat pun menurun. "Takaran kadarnya paling sekarang
hanya 40 persen saja" tutur Bupati usai menghadiri rakor di gedung
Jalabumi kemarin.
Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Sebab akan berdampak
lebih luas kepada kinerja secara umum untuk birokrasi pemerintahan Cilacap.
Akibat lebih jauh, pelayanan masyarakat menjadi berkurang dan pencapaian
pembangunan juga akan terkendala.
Oleh karenanya dia menegaskan, agar PNS terutama para pejabatnya
tidak usah terpengaruh dengan situasi politik menjelang Pilkada, karena
pertimbangan dampaknya yang buruk. "Saya tidak akan meminta mereka untuk
pilih saya, tapi saya memaksa agar mereka bersikap netral. Silahkan pilih calon
bupati yang terbaik dan sesuai hati nurani" ujar Tato seraya berkelakar,
situasi menjelang hajat demokrasi terbesar ini diibaratkan sebagai tsunami
Pilkada. Artinya banyak pejabat yang mencoba cari aman, tetapi sayangnya
mengendurkan loyalitas. Hanya pejabat yang katanya cukup kuat yang bisa
menghadapi tsunami ini.
Lebih lanjut, rakor yang digelar kemarin pun sebagai salah satu
bagian untuk penanggulangan turunnya kadar loyalitas pejabatnya. Bahkan ia mengistilahkan
dengan EWS (early warning sistem) namun untuk tsunami pilkada.
Soal sikap netral pejabat dan PNS inipun terus digemborkan Bupati.
Bahkan sebelumnya ia sempat mengedarkan surat berisi netralitas tersebut. Dan
beberapa hari lalu, Bupati Tato juga sempat menyampaikan sikap netralitas PNS
dihadapan karyawan Dinas Bina Marga ESDM dan SDA dalam acara pembinaan pegawai
yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
**www.jatengprov.go.id/newsroom_HumasCilacaphromly