Bupati
Rembang H. Moch Salim M.Hum mengungkapkan banyaknya investor yang masuk ke
Kabupaten Rembang dapat memberikan multiplier
effect kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten
Rembang. Hal tersebut diungkapkan Bupati saat membuka Rembang Expo
tahun 2012 di Balai Kartini.
“Banyak
tamu-tamu saya yang datang ke Rembang, kalau menginginkan Batik Lasem merka
langsung ke pengrajinnya, sekarang Batik Lasem sudah menjadi salah satu tujuan
wisata mereka jika ke Rembang,” ujar Bupati.
Hal
ini menurut Bupati merupakan sebuah peluang yang harus dapat ditangkap oleh
UMKM yang ada di Rembang. Namun demikian Bupati minta inovasi – inovasi produk
baru dari UMKM agar wisatawan yang berkunjung ke Rembang tidak bosan.
Bupati
memberikan kredit khusus terhadap produk rengginang teri yang disajikan pada
pembukaan Rembang Expo menurutnya hal ini merupakan salah satu inovasi baru
UMKM dibidang kuliner.
Sementara
itu Kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang Ir Munthoha MM mengatakan
jumlah stand yang mengikuti Rembang Expo 2012 berjumlah 216 stand terdiri dari
stand milik UMKM lokal maupun luar Rembang, SKPD, BUMN, BUMD dan Koperasi.
“Kami
bekerjasama dengan Dekranasda Kabupaten Rembang dan mengandeng MAXI Comunication
sebagai Event Organizer, para peserta menampilkan beragam produk yakni
koperasi, kuliner, kerajinan, batik, lukisan dan lain-lain,” kata Munthoha.
Acara
yang berlangsung mulai tanggal 30 juni s/d 7 Juli tersebut berjalan sukses dan ramai dikunjungi.
Tercatat total kurang lebih 120 ribu pengunjung membanjiri Rembang Expo. Tak
sekedar melihat mereka juga melakukan transaksi. Data dari Dinperindagkop dan
UMKM selama pelaksanaan, terjadi transaksi tunai sebesar Rp 2.398.766.250,- dan
order sebesar Rp 2.080.022.500,- atau meningkat sebesar 6.06% untuk transaksi
tunai dibanding tahun sebelumnya.
Rembang
Expo ditutup oleh Waki Bupati Rembang H. Abdul Hafidz. Pada kesempatan tersebut
Wabup juga memberikan penghargaan kepada stand terbaik yang jatuh kepada Laut
Bonang.com. (Kontributor
Humas Rembang)