WONOSOBO
- Menghadapi tuntutan
kebutuhan rumah tangga yang semakin meningkat tiap harinya, seorang ibu rumah
tangga harus lebih kreatif menyiasati arus kas keuangan di keluarganya. Selain
mengatur pengeluaran, peran ibu rumah tangga dalam menyokong perekonomian
keluarga juga dapat dioptimalkan. Sambil tetap mengurus kebutuhan rutin
keluarga, ibu yang memiliki kreatifitas dan keterampilan lebih, akan mampu
memberikan kontribusi pendapatan keluarga.
Pemikiran itulah yang mendasari
penyelenggaraan kegiatan pelatihan kewirausahaan dan teknologi tepat guna oleh
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo untuk 20 ibu rumah
tangga di Balai Desa Selokromo, Kecamatan Leksono.
Pelatihan selama tiga
hari, mulai Senin 9 April 2012 tersebut menurut Kepala Seksi Pengembangan dan
Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Wonosobo, Sistoyo SSos dimaksudkan
untuk membimbing para ibu rumah tangga selaku peserta pelatihan agar dapat
menjadi wirausaha baru dan mampu mengembangkan usaha secara mandiri. Selain
diberikan materi pelatihan berupa pemanfaatan teknologi tepat guna dan materi
keterampilan teknis dan manajerial, peserta juga akan dibantu sarana usahauntuk
meningkatkan kinerja dan hasil produksi, baik dari sisi kualitas maupun
kuantitas.
Dengan stimulus tersebut,
diharapkan para peserta akan dapat memberikan kontribusi dalam pertumbuhan
eknomomi produktif, terutama terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat. Lebih
lanjut, Sistoyo juga menjelaskan bahwa pelatihan yang mengundang narasumber
dari Disnakertrans dan tenaga praktisi bidang tata boga itu juga bertujuan
untuk menciptakan kader-kader pengusaha pemula yang produktif dan beretos kerja
tinggi sesuai dengan jenis usaha pilihan mereka sendiri.
Dalam pelatihan yang dibuka
oleh Ketua Kelompok Kerja (Pokja) III TP PKK Kabupaten Wonosobo tersebut, para peserta diberikan materi tentang teknik
membuat beberapa produk makanan olahan, seperti kue basah maupun kue kering.
Sesuai pesan Ketua TP PKK Wonosobo.
Ketua Pokja III, Nyi Hadi
Susilo meminta agar para peserta dapat memanfaatkan pelatihan tiga hari itu
dengan sbaik-baiknya. Dengan memiliki ilmu mengenai cara membuat berbagai
makanan olahan yang bernilai ekonomis tersebut, menurut Nyi Hadi akan sangat
bermanfaat untuk mendukung perekonomian keluarga mereka sendiri, sehingga tidak
terlalu bergantung kepada penghasilan suami. Menjadi wirausaha juga akan
memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, yaitu dengan membuka kesempatan
kerja bagi tetangga yang masih menganggur. **www.jatengprov.go.id/newsroom_Setda
Wonosobo**