BANJARNEGARA – Kepala Dusun atau Kadus adalah aparat pemerintahan yang mempunyai peranan vital di tingkat akar rumput. Hal tersebut tidak lepas karena ruang lingkup tugasnya menuntut Kadus tidak saja menguasai benar wilayahnya, namun mau tidak mau Ia juga harus mengenal warganya lebih baik dari aparat pemerintahan lain di tingkat desa.

 

“Realitas tersebut menunjukan bahwa faktor kepemimpinan dan kemampuan komunikasi yang dimiliki Kadus mempunyai peranan penting untuk menunjang keberhasilan program-program pembangunan pemerintah,” kata Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si, di hadapan forum komunikasi kadus se Kecamatan Wanadadi (Fosikawan), Rabu (09/05).

 

Sebagai contoh, lanjutnya, adalah dalam hal keberhasilan pemerintah  dalam menyusun data kemiskinan. Kadus mempunyai peranan penting dalam penyusunan data kemiskinan karena sudah semestinya Kadus sangat mengerti siapa dan dimana tinggalnya warga yang memang benar-benar miskin.

 

“Sehingga saat data kemiskinan by name dan by address disusun  data tersebut betul-betul mencerminkan kondisi yang ada secara lebih obyektif. Karena obyektifitas data kemiskinan ini sangat penting untuk merumuskan beragam program pembangunan secara lebih terarah dan terukur” katanya.


Pada kesempatan tersebut Hadi berharap Fosikawan untuk kompak karena kekompakan Fosikawan akan sangat membantu lancarnya pelaksanaan tugas yang diembannya dengan cara saling bertukar informasi antar anggota. Ambil manfaat dari keberhasilan pelaksanaan program di desa lain. “Keberadaan forum ini juga dapat memudahkan penyampaian informasi ke tengah masyarakat bila ada program yang membutuhkan koordinasi antar desa yang harus segera disosialisasikan” katanya.


Ketua Fosikawan, Kadus Tapen, Slamet menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinya berdiri pada tanggal 20 Juni 2010. Kegiatan yang pada hari itu diselenggarakan di rumah Kadus Suyat, Desa Linggasari merupakan agenda bulanan forum yang dipimpinya. Tujuannya untuk menjalin tali silaturahmi antar Kadus di sebelas desa yang ada di Kecamatan Wanadadi. “Total anggota Fosikawan ada 36 Kadus, dengan satu Kadus non aktif karena diterima menjadi PNS” katanya.

 

Dalam kegiatan silaturahmi seperti yang diselenggarakan pada hari ini, sambungnya, selain diisi dengan berbagai informasi dari pejabat tingkat kecamatan seperti Camat, Kapolsek, dan Danramil, kegiatan juga diisi dengan tukar menukar informasi seputar pelaksanaan program yang dilaksanakan di tingkat desa serta arisan. “Selain kegiatan tersebut, Fosikawan rutin menyelenggarakan kegiatan donor darah dan dalam kesempatan tertentu melakukan kegiatan bakti social seperti waktu bencana letusan kawah Timbang di Batur” katanya.

  **www.jatengprov.go.id/newsroom_Banjarnegara