Tari
Opak Abang tarian khas Kendal, dipentaskan pada peringatan Hari Tari Sedunia di
Komplek ISSI Surakarta, belum lama ini. Pada peringatan Hari Tari Sedunia
tersebut juga tampil penari-penari lain dari berbagai daerah di Indonesia,
bahkan penari dari berbagai negara lain seperti Malaysia, Singapura, dan
Brunai.
Ketua
Bidang Produksi Dewan Kesenian Kendal Kunarto menjelaskan, pada pementasan Tari
Opak Abang di ISSI nanti melibatkan 10 penari, 8 sinden, dan 15 pengiring musik,
dan sebagai piñata tarinya dipercayakan kepada Susi. “Mereka adalah seniman
muda Kendal yang masih aktif berkesenian, walaupun ada yang sedang
kuliah,”jelas Kunarto.
Tari
Opak Abang berasal dari Desa Pasigitan Boja yang dikenal pada tahun 70-an
merupakan tari pembuka pada pementasan Ketoprak yang diiringi music terbangan
(rebana) memiliki ciri khas warna pesisiran yang unik.
”Karena
warna pesisiran, jadi terpengaruh dengan berbagai unsur, seperti pengaruh Jawa,
Islam, Melayu, Cina, dan Portugis,”jelas Ketua Dewan Kesenian Kendal Itos Budi
Santoso. Pengaruh Jawa terletak pada syair lagu dan gaya tata riasa, unsur
Islam pada musik rebananya (terbangan), Portugis pada kostumnya, dan China –
Melayu pada nada lagunya.
Berbeda
dengan aslinya, Tari Opak Abang yang sekarang sudah disempurnakan secara
akademis gerakan tarinya. Bahkan musik pengiringnya, tidak hanya musik
terbangan, tetapi sudah dipadukan dengan musik lain seperti biola dan terompet.
Jumlah penarinya juga seuai kebutuhan, bisa 5, 7, bahkan 25 orang.
Di
Desa Pasigitan Boja sendiri boleh dikatakan sudah tidak ada group Kesenian
Ketoprak dengan iringan music terbangan. Namun agar kesenian tersebut tetap
lestari, pihak Dewan Kesenian Kendal tiap tahun berusaha mementaskannya. Karena
tidak ada group ketopraknya, maka sajian Ketopraknya langsung dikoordinir oleh
Kepala Desa Pasigitan Boja. “Alhamdulillah masih ada semangat, sehingga bisa
tetap tampil walaupun hanya setahun sekali,”kata Itos.
Dewan
Kesenian Kendal mulai mengangkat dan mempromosikan Tari Opak Abang sebagai
kesenian khas asli Kendal sejak tahun 90-an melalui pementasan-pementasan di
Kabupaten Kendal dan di berbagai daerah, termasuk di TMII Jakarta. Dewan
Kesenian Kendal mengangkat Tari Opak Abang dengan alas an untuk memperkokoh
eksistensi kesenian Kendal di pesisiran yang cepat, dinamis, sederhana, dan
agak kasar. “Yang jelas Tari Opak Abang itu menghibur, ringan dan
lucu,”jelasnya. Provinsi Jawa Tengah juga sudah mengakui dan mencatat Tari Opak
Abang sebagai kesenian asli khas Kendal.
**www.jatengprov.go.id/newsroom_Kendal