PABELAN - Wajah Muhammad Zidni Mubarok, bocah
kelas IV MI Pabelan berbinar ceria. Betapa tidak, bersama 567 siswa sekolah
dari berbagai jenjang lainnya, dia mendapat bantuan peralatan sekolah lengkap
dengan sepatu dari program PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pabelan.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh
Bupati H Mundjirin di bersamaan dengan peresmian kantor UPK Pabelan, Jum'at
(11/5) siang.
Saat sambutan Bupati H Mundjirin mengharapkan para
pengelola kegiatan PNPM dapat memanfaatkan program kegiatan untuk benar-benar
memberdayakan masyarakat. Menurutnya, salah satu tujuan utama penyelenggaraan
PNPM adalah membuat masyarakat memiliki kemandirian terutama ekonomi
kerakyatan.
"Tujuan
utama PNPM adalah memberdayakan dan membuat mandiri masyarakat kurang mampu.
Jadikan program kegiatannya benar-benar bermanfaat," kata Bupati.
Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Semarang,
lanjutnya, kurang lebih 30 persen dari total jumlah penduduk atau sekitar 300
ribu jiwa. Mereka memerlukan dana stimulan untuk melakukan kegiatan ekonomi
produktif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
(Bapermasdes) Kabupaten Semarang Drs Yosep Bambang Tri Hardjono mengatakan PNPM
Mandiri Perdesaan memang merupakan program percepatan penanggulangan kemiskinan
secara terpadu dan berkelanjutan.
"Fokus
utama memang pada pemberdayaan masyarakat termasuk peningkatan kapasitas usaha
ekonomi dan penambahan modal usaha," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Kerjasama Antar Desa
(BKAD) Kecamatan Pabelan Asrofi menjelaskan sejak tahun 2006 hingga 2012 jumlah
dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang diterima sebesar Rp 6,8 miliar.
Dari
dana itu berhasil memunculkan swadaya masyarakat senilai Rp 1,879 miliar atau
27,6 persen). Selain itu juga dilakukan perguliran dana simpan pinjam dan usaha
ekonomi produktif untuk memajukan usaha kecil masyarakat. Hingga tahun 2011
terdapata surplus dana bergulir sebesar Rp 834,036 juta.
Dari dana surplus itu, tambah Asrofi, dialokasikan
untuk dana sosial bagi rumah tangga miskin (RTM) senilai total 138.690.000.
"Dana surplus menjadi salah satu upaya nyata dari masyarakat itu sendiri
untuk membantu warga lainnya yang kurang mampu," tegasnya. *newsroom_humasPemkabSemarang_junaedi