DEMAKDalam rangka memajukan sektor pertanian, Pemkab Demak telah mencurahkan dukungan penuh baik berupa materi maupun inovasi. Terkait hal ini, peran Dinas Pertanian (Dinperta) memang cukup dominan. Karena itu pula bupati intensif memberikan arahan khusus kepada jajaran Dinperta.


“Benar, selama enam tahun memimpin Demak mendiang Bupati Tafta Zani rutin memberi arahan kepada kami. Yang ditekankan bupati terutama menyangkut pencapaian produksi dan kualitas tanaman pangan khususnya padi, serta bagaimana langkah yang harus kita ambil agar para petani mengalami peningkatan kesejahteraan. Selebihnya kita juga melakukan pemetaan wilayah. Langkah itu sekaligus untuk menentukan arah kebijakan, serta mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai,” kata Kepala Dinperta Demak Ir Wibowo MM.


Dia menjelaskan, berdasar arahan bupati serta berbagai kajian dan analisa, untuk memajukan sektor pertanian maka pihaknya menerapkan kebijakan strategis yang pada intinya adalah berupa pendekatan intensifikasi dan ekstensifikasi. Pendekatan intensifikasi dengan meningkatkan penggunaan benih unggul, serta memilih varietas padi yang cocok dengan iklim dan lahan di wilayah Kabupaten Demak. Selain itu juga mengarahkan petani supaya melakukan pemupukan berimbang, serta menerapkan metode tanam jajar legowo.


Sedangkan pendekatan ekstensifikasi ditempuh dengan mengarahkan petani untuk mematuhi pola tanam padi-padi-polowijo, serta memanfaatkan lahan tidur sebagai langkah pengadaan perluasan areal tanam. Selain itu juga melakukan pengelolaan lahan dan air, rehabilitasi Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT), rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT), serta pembuatan sumur dangkal juga dam-dam penampungan air.

 

“Dinperta pun mengemban tugas pokok dan fungsi menjalankan pembangunan pertanian yang pada prinsipnya untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, meningkatkan produksi dan produktivitas padi, sekaligus mendukung program nasional surplus beras 10 juta ton di tahun 2014, serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkap Wibowo.


Adapun dalam rangka pencapaian program, lanjut dia, pihaknya pun mengacu pada tiga pendekatan, meliputi peningkatan ketahanan pangan, pengembangan usaha agribisnis, serta peningkatan kesejahteraan petani. Adapun langkah kongkret yang dilakukan mencakup : memantapkan ketahanan pangan melalui penganekaragaman sumberdaya dengan penerapan teknologi tepat guna, meningkatkan sarana dan prasarana pertanian, meningkatkan kualitas SDM dan kelembagaan petani, serta memberikan bantuan modal kepada kelompok tani dengan suku bunga rendah.


Selain itu melakukan pengaturan pola tanam dan tata tanam menggunakan metode jajar legowo, juga memfasilitasi penyediaan sarana produksi dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Kemudian langkah-langkah tersebut ditinjaklanjuti dalam bentuk kegiatan yang meliputi, pengembangan pertanian organik, penggunaan pupuk berimbang, aplikasi teknologi Sistem Rice of Irigation (SRI), peningkatan penggunaan benih padi unggul dengan pembuatan kebun benih pedesaan, peningkatan produktivitas tanaman pangan, serta pengembangan teknologi pembenihan pada penangkar-penangkar swasta. 


Selain itu juga dilakukan upaya peningkatan SDM petugas dan petani, pengoptimalan lahan tidur, peningkatan sarana dan prasarana penyuluh, pengelolaan UPTD laboratorium, pelaksanaan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) padi, demplot laboratorium lapangan, pengelolaan pra dan pasca panen hasil pertanian, serta pengembangan usaha organik.


Asisten II Sekda Demak Dr Singgih Setiono menambahkan, dalam upaya meningkatkan produksi padi dan berbagai komoditas pertanian lainnya, pemkab menjamin ketersediaan berbagai sarana dan prasarana. Diantaranya keberadaan petugas pertanian mulai dari Kepala UPTD, mantri tani, petugas pengamat hama, serta penyuluh. Kemudian juga kelompok petani, seperti KTNA, kelompok tani, paguyuban pengelola dan pengguna air, serta kelompok ekonomi pendukung pertanian seperti Koptan/KUD, BKK di setiap kecamatan, juga kios-kios saprotan di setiap desa. ”Kita juga sudah selenggarakan kebon benih pedesaan. Di setiap desa minimal terdapat dua bahu. Kita adakan pula sarana pengelolaan padi, seperti gudang, dryer, lantai jemur dan rice mill, serta embung dan sumur dangkal pada sawah tadah hujan, hand tracktor, power traser, tak ketinggalan pompa air pada sawah tadah hujan yang berlokasi di tepi sungai,” papar Singgih.


Dia menegaskan, kerja keras Pemkab Demak dalam memajukan sektor pertanian cukup membuahkan hasil. Bukti keberhasilan itu antara lain, produksi padi selama empat tahun berturut-turut selalu mengalami peningkatan, Nilai Tukar Petani (NTP) Demak mencapai 99,75 persen, juga sektor pertanian mampu memberikan kontribusi terhadap PDRB Demak sebesar 41,6 persen. Kemudian yang terpenting adalah keberhasilan sektor pertanian mampu mendorong penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Demak dari 26,03% di tahun 2006 menjadi 19,6% pada tahun 2010.


Kabupaten Demak juga memperoleh Penghargaan dari Presiden SBY atas keberhasilan meningkatkan produksi padi selama empat tahun berturut-turut yakni pada 2008, 2009, 2010 dan 2011. Kemudian juga mendapat lagi penghargaan Ketahanan Pangan dari Presiden SBY tahun 2010, serta Gabungan Paguyuban Pengelola Pengguna Air (GP3A) dinobatkan sebagai yang terbaik tingkat nasional pada tahun 2010,” pungkas Singgih. *(Humas Demak-NDR)