New Picture (2).png KENDAL - Sebagai kabupaten kedua pengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kedua terbanyak di Jawa Tengah, Kabupetan Kendal dipilih Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia menjadi percontohan bagi industri rumahan.


Selain kabupaten pengirim TKI terbanyak, Kendal juga terkenal dengan kabupaten UKM sehingga layak dijadikan pilot project. Deputi Pengarusutamaan Gender Kementrian Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak,  Dr. Ir. Sulikanti Agusni mengatakan industri UKM di Indonesia kini mencapai 53 juta unit, 52 juta diantaranya usaha mikro.


“Pencapaian Kendal yang menyandang sebagai kota UKM mendorong kami untuk melakukan pendataan terhadap industri rumahan,” katanya saat penandatanganan MoU dengan Pemkab Kendal tentang pilot project pengembangan industri rumahan, belum lama ini di Pendopo Kabupaten Kendal.


Sulikanti mengatakan, UKM selama ini yang mampu bertahan ditengah krisis yang pernah melanda Indonesia. “Untuk mengurangi jumlah warga yang ingin menjadi TKI, industri rumahan menjadi solusi. Karena dengan industri rumahan, bisa menjadi satu kegiatan yang menghasilkan sehingga bisa menggurangi niat untuk menjadi TKI,” jelasnya.


Dijelaskan Sulikanti, industri rumahan bukanlah murahan karena bisa menjadi alternatif tambahan penghasilan bagi keluarga dan bisa menjadi besar jika dikembangkan.

 

Sementara itu, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti menyambut baik pemilihan Kabupaten Kendal sebagai percontohan industri rumahan. “Salah satu upaya pemerintah untuk membangkitkan usaha kecil adalah dengan peraturan daerah tentang minimarket. Dalam perda ini ijin minimarket akan kit acabut, jika tidak mau mengangkat industri kecil di sekitar lokasi minimarket tersebut,” terang bupati. (kontributor KendaL/hedj/P )