BANJARNEGARA – Dalam rangka program
Swasembada Gula Nasional pada tahun 2014, pada akhir tahun ini di Kabupaten
Banjarnegara melakukan pengembangan perluasan tanaman tebu seluas 100 ha tanaman
di empat wilayah Kabupaten Banjarnegara, yaitu di kecamatan Punggelan, Rakit,
Purwonegoro, dan Bawang. Luasan 100 ha tersebut menjadi bagian dari target
lahan seluas 74,307 ha. yang ditetapkan untuk 28 Kabupaten dari 35 Kabupaten
yang ada di Propinsi Jawa Tengah.
“Oleh Gubernur target 2014 tersebut
di breakdown menjadi tahun 2013, sehingga untuk Propinsi Jawa Tengah upaya
swasembada tersebut telah dimulai pada akhir tahun ini” jelas Kabid Perkebunan
pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Ir. Widiyanto, MP, Rabu (04/04) di
kantornya.
Khusus untuk Kabupaten Banjarnegara
dalam rangka pengembangan perluasan tanaman tebu ini bekerjasama dengan
kelompok tani. Agar tidak menganggu produksi tanaman padi, sambung Widi, Pemkab
mengambil kebijakan pengembangan perluasan penanaman tebu ini dilkasanakan di
lahan tegalan. “Hanya untuk pembuatan bibitnya memang kita menggunakan tanah
sawah produktif dengan total luas lahan yang dibutuhkan seluas 15 ha” katanya.
Tempat pembibitan ini dikenal sebagai
Kebun Bibit Desa Kultur Jaringan (KBD Kuljar) yang dikelola langsung oleh
Kelompok Tani. Hasil dari pembibitan KBD Kuljar ini, lanjutnya, merupakan bibit
tebu yang akan dimanfaatkan oleh Kelompok juga untuk ditanam di kebun mereka
sendiri. Karena untuk pembibitan, maka kegiatan produksi pertanian di KBD
Kuljar ini akan dimulai lebih awal pada kisaran bulan Mei.
“Dalam program swasembada gula ini,
Pemerintah tidak lepas tangan. Untuk setiap hektar KBD Kuljar, kelompok tani
memperoleh bantuan social sebesar Rp 32 juta. Sedangkan bagi setiap hektar
lahan tebu yang ditanam, petani memperoleh bantuan social perluasan tanaman
tebu sebesar Rp 18 juta 19 ribu rupiah” katanya.
Selain bantuan social perluasan
tanaman tebu, lanjut Widi, dalam program ini pemerintah Propinsi juga
memberikan bantuan teknis seorang pendamping yang ahli tentang tanaman tebu
agar kualitas produksi tebu untuk Pabrik Gula terpenuhi. Namun untuk
penjualannya, lanjut Widi, pemerintah membebaskan petani menjual tebu ke Pabrik
Gula pilihannya. “Penjualan tebu langsung ditangani petani melalui Koperasi
Tebu Rakyat. Target penjualan kalau tidak ke PG Batang ya ke PG Madukismo”,
katanya.
Ditemui terpisah, Kepala Dinas
Kehutanan dan Perkebunan, Ir. Sutrisno, menyatakan bahwa belum lama berselang
Bupati telah bertemu dengan Dewan Gula Nasional. Hasil dari pertemuan tersebut,
katanya, Dewan Gula merekomendasi pada program perluasan tanaman tebu pada
tahun 2013, Banjarnegara diminta menyediakan lahan seluas 500 ha. “Dengan
luasan lahan tersebut, akan dibutuhkan KBD Kuljar seluas 84 ha” katanya.
Dengan adanya rencana penambahan
target, lanjutnya, Pemkab siap dan optimis dapat memenuhi target tersebut. Hal
tersebut didasarkan dari data statistic tahun 2011, kata Sutrisno, luas lahan
bukan sawah dan bukan pertanian yang menjadi target lahan pengembangan perluasan
penanaman tebu memiliki total luas 44.101 ha.
Sebagai pembanding adalah empat
kecamatan yang pada tahun 2012 ini menjadi target pengembangan perluasan
tanaman tebu saja, kata Sutrisno, luasannya masih tersisa banyak. “Data
Statistik luas lahan bukan sawah dan bukan pertanian di empat kecamatan
menunjukan Punggelan memiliki luas 3.667 ha, Purwonegoro 4.042 ha, Bawang 2.059
ha, dan Rakit 578 ha” pungkasnya. **www.jatengprov.go.id/newsroom_Banjarnegara**