PURWOREJO - Sebanyak 559 penyuluh Keluarga Berencana mengikuti
pembinaan Sumber Daya Manusia Lini Lapangan yang dipusatkan di Kabupaten
Purworejo. Jumlah tersebut terdiri dari KaUPT/Koordinator KB Kecamatan
sebanyak 113 orang, PUM SKPD KB kabupaten/kota 6 orang dan 440 PKB/PLKB se eks
Karesidenan Kedu. Pertemuan dalam rangka percepatan pencapaian sasaran program
Kependudukan dan KB di Jawa Tengah tersebut, dibuka Wakil Bupati Purworejo
Suhar, di pendopo Kabupaten Purworejo,baru-baru ini.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Suhar mengatakan
pembinaan kualitas SDM Lini Lapangan bagi para PLKB ini merupakan momentum yang
strategis untuk menyatukan pemahaman dan langkah para Penyuluh Keluarga
Berencana se wilayah Karesidenan Kedu di tengah permasalahan Kependudukan dan
Keluarga Berencana yang semakin kompleks, baik yang secara umum maupun secara
spesifik program di wilayah kita ini.
“Kita menyadari sepenuhnya bahwa program
kependudukan dan keluarga berencana ini bukan program pemerintah pusat semata,
atau program yang tidak dianggap begitu penting di wilayah kabupaten, Tetapi
program Kependudukan dan KB itu merupakan program penting milik kita semua,
untuk kita semua dan untuk kesejahteraan bangsa kita semua,” katanya.
Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah Dra Sri
Murtiningsih MS mengatakan, strategi program KB Nasional agar dapat dicapai
dengan baik, maka diperlukan strategi yang relevan dan mempunyai daya ungkit
yang tinggi dalam pencapaian sasaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan
pertemuan bagi petugas di lini lapangan sehingga petugas lapangan sebagai ujung
tombak program KB Nasional mempunyai persepsi yang sama dan langkah solid dalam
melaksanakan berbagai kegiatan yang mendukung percepatan pencapaian sasaran
program KB.
Secara khusus, Murtiningsih menyampaikan ucapan
terimaksih kepada PLKB/PKB yang menjadi ujung tombak keberhasilan program KB,
karena tenaga lini lapangan seperti PLKB/PKB inilah yang berhadapan langsung
dengan masyarakat dan secara riil memberikan pelayanan baik melalui penyuluhan,
advokasi dan sebagainya.
Namun diingatkan tantangan-tantangan yang masih
menjadi tugas besar PLKB/PKB adalah dalam rangka mencapai sasaran kinerja
program kependudukan dan KB tahun 2012. “ Pertemuan ini agar menjadi wahana
pembinaan bagi petugas di lini lapangan tentang perkembangan program terkini,
sehingga akses informasi dapat diperoleh secara langsung melalui narasumber
yang kompeten. Juga adanya ikatan penyuluh keluarga berencana (IPeKB)
diharapkan mampu memberikan kontribusi yang maksimal dalam pengelolaan program
KB serta mampu menjadi wadah bagi para PLKB/PKB untuk mengembangkan dirinya
sebagai pejabat fungsional,” harapnya.
Sri Murtiningsih juga menyampaikan rasa
syukur karena hampir seluruh sasaran KB tahun 2011 dapat dicapai, bahkan untuk
PPM PB dapat dicapai 107 persen lebih. Rasa syukur lainnya
dikarenakan berdasar Sensus penduduk 2010 penduduk Jateng mencapai 32,3 juta
jiwa dengan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) 0,37 persen rata-rata pertahun yang
merupakan LPP terendah di Indonesia. Sejak ada kepastian lembaga pengelola Program
KB baik di tingkat pusat sampai daerah, pengelolaan program akan semakin lebih
fokus dan peran BKKBN dalam memberikan fasilitasi pembinaan akan lebih efektif
seperti dalam upaya meningkatkan kompetensi tenaga pelayanan KB dengan
melakukan pelatihan tenaga dokter dan bidan, serta meningkatkan peran IpeKB
sebagai unsur penggerak utama dalam pengelolaan program KB.
Murtiningsih juga mengingatkan, mengenai Jaminan
Persalinan atau Jampersal. Program Jampersal menjadi peluang untuk meningkatkan
kesertaan KB karena Kementerian Kesehatan mensinergikan program Jampersal
dengan usaha menekan pertumbuhan jumlah penduduk. Tahun 2012 pemerintah hanya
membiayai persalinan bagi anak pertama dan kedua, sehingga pemasangan alat
kontrasepsi masuk ke dalam paket Jampersal. Tentu saja peserta Jampersal
diarahkan untuk memilih metode alat kontrasepsi jangka panjang.
Sementara itu ketua penyelenggara Sri Ratnawati
S.IP mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk pembinaan PLKB lini lapangan
agar dapat menyampaikan informasi kebijakan program KB nasional dan menyamakan
persepsi khususnya di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Juga agar PLKB mampu
memberikan kontribusi yang maksimal. **kontributor HumasPurworejo**