WONOSOBO
- Partisipasi KB masyarakat Desa Rejosari Kecamatan Kepil layak diacungi
jempol. Betapa tidak, masyarakat yang berada di wilayah ujung Timur Wonosobo
ini dalam keikutsertaan KB aktif. Hal
ini dibenarkan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Rejosari Kholidianah bahwa, dari Pasangan
Usia Subur (PUS) yang ada sebanyak 263, terbina akseptor 218 atau 82,88% dengan
rincian memakai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) 100 akseptor atau 45,04%
non MKJP 118 atau 54,96%. Jumlah PUS yang tidak KB karena hamil 5 orang, ingin
anak segera 13 orang, ingin anak ditunda 13 orang dan tidak ingin anak lagi 15
orang.
Partisipasi KB tidak hanya dari kaum
perempuan saja, di Desa Rejosari, partisipasi laki-laki juga cukup tinggi, yakni
sebanyak 21 orang dan yang memakai kondom 2 orang. Kesuksesan program KB di
desa ini telah dibuktikan pada tahun 2011 dari target 38 tercapai 50 akseptor
atau 131,57%. Desa ini juga telah melaksanakan dan membentuk kelompok
Pancabina.
Yang lebih mengagumkan, di Desa
Rejosari ini, masyarakat tidak puas dengan semboyan 2 anak Cukup atau membentuk Catur Warga,
mereka akan lebih bangga bila dapat membentuk Tri Warga atau keluarga dengan
Ayah, Ibu dan Satu Anak dengan semboyan 1 anak lebih baik. Tri Warga ini telah mencapai 97 KK atau 26,50%
dari total 366 KK yang ada.
Oleh karena itu, tidak salah apabila
dalam Lomba Pelaksanaan Terbaik Kesatuan Gerak PKK KB-Kesehatan Tingkat
Nasional yang penilaiannya dilakukan Rabu, 28 Maret 2012, Desa Rejosari sebagai
wakil Provinsi Jawa Tengah mengunggulkan Tri Warga untuk dapat bersaing dengan
6 kabupaten/kota lain se Indonesia dalam rangka meraih Penghargaan Upakarti
Pratama. Hadir saat penilaian, Ketua Tim
Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Ny. Sri Bibit Waluyo, Bupati Wonosobo H.A.
Kholiq Arif, para kepala SKPD, dan para Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan se
Kabupaten Wonosobo.
Inovasi lain desa ini adalah, keuletan
dari para kader menggalang kerjasama dengan mitra kerja PNPM Kecamatan kepil
untuk mendapatkan dukungan anggaran sebanyak
Rp 10,83 juta. Dana tersebut digunakan untuk membiayai peserta KB Implan
60 akseptor saat evaluasi tingkat provinsi dan 120 akseptor dalam rangka
penilaian tingkat provinsi, 20 akseptor IUD, 4 akseptor MOP, dan 9 akseptor
MOW. Selain itu juga memberikan pelayanan deteksi dini kanker leher rahim
dengan metode IVA sebanyak 100 orang secara cuma-cuma. Program unggulan lainnya
adalah terbentuknya kader TBC dengan tujuan untuk menemukan kasus TBC di Desa
Rejosari. Hingga saat ini tidak ada warga Rejosari yang terkena TBC.
Peran PKK dalam kiprah masyarakat
Desa Rejosari juga sangat terlihat dengan semakin membudayanya pemanfaatan
lahan pekarangan. Selain pekarangan menjadi Aman Sehat Rapi dan Indah, juga
dapat menghasilkan. Kegiatan ekonomi
produktif ini mampu meningkatkan ekonomi keluarga dan membangkitkan semangat
gotong royong warga dengan gerakan Jum’at Bersih. Manfaat dari kegiatan
tersebut sangat dirasakan masyarakat yaitu semakin rendahnya kasus gizi buruk, kesakitan
seperti malaria, gigi, diare serta adanya peningkatan jumlah rumah sehat.
Kreativitas lain dari masyarakat
Rejosari dalam hal mengelola kesehatan, terlihat dari cara mengolah dan
memanfaatkan sampah. Mereka membentuk
“Bank Sampah” yang diberi nama “Mangut Jaya”, sebagai tempat jual beli
sampah-sampah bekas seperti plastik, botol-botol bekas minuman air mineral,
besi bekas dan lainnya, yang hasil penjualannya mereka tabung di “bank”
tersebut.
Oleh karena itu, saat Penilaian Lomba
Pelaksanaan Terbaik Kesatuan Gerak PKK KB-Kesehatan Tingkat Nasional di Desa
Rejosari, Sri Wahono selaku Ketua Rombongan menyatakan tujuan tim penilai
datang ke lokasi adalah untuk cek data dengan kondisi di lapangan, sebab
penilaian secara administratif berdasarkan data diantara 6 peserta lomba atau
nominasi penghargaan Upakarti Utama ini sangat ketat dan berimbang, sehingga
tim ke lokasi untuk mencari tambahan nilai dari inovasi-inovasi yang dilakukan
oleh masing-masing perserta. Setelah melihat dari dekat kondisi dan kiprah
masyarakat Desa Rejosari dari dekat, ia menyatakan rasa kagumnya atas
partisipasi masyarakat Desa Rejosari yang begitu besar. “Luar biasa peran
masyarakat Rejosari semoga penghargaan Upakarti Pratama bisa diraih Wonosobo,”
ujarnya.
Sementara Ny. Susi Subekti selaku
ketua tim penilai, indikator penilaian
antara lain pencapaian peserta KB baru, bagaimana pandangan pria terhadap KB,
bagaimana kegiatan KB dapat membantu mengangkat kesejahteraan keluarga dan
penyampaian KB melalui Dasawisma (Dawis).
Menurut Susi, pengumuman lomba ini
akan disampaikan pada bulan Juni 2012 mendatang, pada acara peringatan Hari
Keluarga Tingkat Nasional yang menurut rencana akan diselenggarakan di Mataram
Nusa Tenggara Barat. Dalam hari yang sama, Tim Penilai Nasional juga melakukan
penilaian Administrasi 10 Program Pokok PKK di Desa Plodongan Kecamatan
Sukoharjo. **Kontributor Humas Setda Wonosobo**