Misi No.1 : Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan professional serta sikap responsif aparatur.


Ungaran -  Realisasi pendapatan daerah Kabupaten Semarang pada tahun anggaran 2009 lalu melampaui target yang ditentukan yakni mencapai 101,63 persen. Sedangkan dibandingkan tahun lalu, angka pendapatan itu mengalami kenaikan 4,39 persen. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Hj Siti Ambar Fathonah saat menyampaikan nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Semarang tahun 2009 dalam Rapat Paripurna DPRD di Ungaran, Kamis (1/4) siang. 


Realisasi pendapatan daerah 2009 mencapai Rp 781.021.767.096,- dibandingkan target yang ditentukan Rp 768.466.483.000,- Dibandingkan tahun 2008 lalu, pendapatan daerah itu mengalami kenaikan Rp 32.892.106.522. “Kebijakan umum keuangan daerah tahun 2009 dilakukan dengan cara mengintensifkan sumber pendapatan potensial yang dimiliki dan melakukan ekstensifikasi jenis pendapatan baru sesuai dengan potensi, terutama pajak daerah dan retribusi daerah tanpa menambah beban masyarakat dan tetap menjaga iklim kondusif bagi pengembangan dunia usaha,” kata Wabup. 


Sedangkan untuk penyerapan belanja daerah tahun 2009 yang dianggarkan Rp 826.686.450.000,- mencapai 95,54%.  Realisasi belanja tahun anggaran 2009 lebih rendah dibandingkan dengan rencana anggaran, menurut Wabup, disebabkan adanya upaya penghematan dalam pengelolaan belanja daerah. “Apabila dibandingkan penyerapan anggaran tahun 2008 sebesar 94,70%, maka dapat dikatakan penyerapan anggaran tahun 2009 lebih baik. Sekaligus menunjukkan  perencanaan yang baik,” tambah Ambar. Pada kesempatan itu pula, Wabup juga menguraikan capaian kinerja eksekutif yang mencakup 26 urusan wajib dan delapan urusan pilihan.


Urusan wajib diantaranya pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan, perhubungan, lingkungan hidup, kependudukan dan catatan sipil, keluarga berencana dan ketenagakerjaan serta Koperasi dan UKM. Sedangkan urusan pilihan diantaranya pertanian, kehutanan, ESDM, pariwisata, kelautan dan perikanan, perindustrian dan transmigrasi. “Di bidang pendidikan prosentase angka putus sekolah tahun 2009 mengalami penurunan dibanding tahun 2008, yaitu tingkat SMP turun 0,08 poin dan tingkat SMA/SMK turun 0,04 poin. Selain itu juga terjadi penurunan angka balita gizi kurang tahun 2009 dibanding tahun 2008 dari 11 persen menjadi 3,72 persen dan balita gizi buruk dari 0,20 persen menjadi 0,14 persen,” urainya.


Ditambahkan, jumlah rasio Puskesmas, Poliklinik dan Puskesmas Pembantu per satuan penduduk tahun 2009 adalah 1,7 per 10.000 penduduk.  Angka ini lebih besar dari Standar nasional Departemen Kesehatan yaitu 1 fasilitas kesehatan per 10.000 penduduk.Sidang Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Bambang Kusriyanto itu juga  dihadiri para anggota DPRD dan pimpinan SKPD.

Selain penyampaian LKPJ Bupati Semarang 2009, rapat paripurna juga mengagendakan penetapan pimpinan Badan Kehormatan (BK) DPRD dan rencana kerja DPRD Kabupaten Semarang 2011.


Susunan Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Semarang adalah Joko Sriyono (Ketua merangkap anggota), Daryatno SH (Wakil Ketua merangkap anggota), Hj Rohpriati (anggota), Badaruddin SAg (anggota) dan Agus Warsito (anggota). Namun keanggotaan Agus Warsito (Fraksi PKS) ditarik dari BK oleh fraksinya sendiri. Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Bambang Kusriyanto menghimbau Agus untuk mengajukan surat pengunduran diri secara pribadi. Sedangkan kemungkinan penambahan anggota BK sebagai pengganti Agus Warsito diserahkan kepada Badan Musyawarah.(kontributor Kabupaten Semarang/junaedi)