Temanggung - Pemkab Temanggung saat ini tengah mengembangkan pertanian campuran (farming mix), yakni usaha pertanian yang di satu sisi tetap menghasilkan pendapatan bagi petani, dan di sisi lain dapat menjaga konservasi lingkungan. Bentuknya ialah lahan ditanami tanaman kopi sebagai penjaga dari erosi, dan di sela-selanya ditanami tanaman sayur-sayuran.

 

Bupati Drs. Hasyim Afandi dikantornya kemarin menjelaskan, hingga saat ini, dari 285 hektar lahan pertanian di Desa Tlahap kecamatan Kledung  yang telah ditanami kopi arabica kate sebanyak 182 hektar dan melibatkan 490 orang petani. Diutarakan pertanian campuran yang tengah dikembangkan ini  dinamakan pola tlahap.

 

Menurutnya para petani hendaknya tidak terus menerus bersikukuh untuk menanami lahannya dengan tembakau, seperti yang terjadi selama ini. Sebab, selain tanaman tembakau berpotensi menimbulkan kerusakan lahan, juga cuaca saat ini sudah kurang mendukung lagi bagi pengembangan tanaman tembakau.

 

''Pola tanam dari tembakau beralih ke kopi ini sangat baik, selain produknya menjanjikan tambahan penghasilan yang dapat diharapkan petani, juga petani telah ikut berusaha untuk menjaga alam. Pasti, selanjutnya alam pun akan bersahabat dengan petani,''tutur dia, sambil berharap, apabila petani belum bisa menanami semua lahannya dengan kopi, paling tidak mereka bisa menanami di bagian terasering-terasering tanahnya.

 

Ditegaskan, erosi yang terjadi di kawasan Gunung Sindoro, Sumbing dan Perahu wilayah Kabupaten Temanggung, saat ini telah mencapai 60 ton/hektare untuk setiap tahunnya. Jumlah tersebut telah melampaui ambang batas dan membahayakan lingkungan. Karena itu, perlu perbaikan lahan, antara lain dengan mengembangkan tanaman kopi untuk menggantikan tembakau.

 

Bupati mengatakan, upaya konservasi telah dilakukan sejak pemerintahan bupati-bupati sebelumnya, akan tetapi belum mengalami keberhasilan. Hal itu lantaran desakan kebutuhan ekonomi, menjadikan warga setempat merusak tanaman yang sebetulnya berfungsi untuk menjaga konservasi tanah atau penahan erosi itu. (kontributor Edy Laks_BS)