GOROBOGAN - Sudah hampir 2 bulan, petani di wilayah kecamatan Klambu dibuat
geram, pasalnya di musim tanam (MT) II, ratusan hektare tanaman padi di 9
desa Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan diserang hama tikus. Sembilan
Desa tersebut yakni Desa Jenengan, Desa Klambu, Kandangrejo, Penganten,
Menawan, Selonjari, Taruman, Terkesi dan Desa Wanda kemiri.
Dari sembilan Desa yang ada di Kecamatan serangan yang terparah
adalah Desa Selonjari. Menurut Kepala Desa Selonjari, Umu Wastiyah, dari luas
areal 110 hektare tanaman padi yang berumur 1 hingga 1,5 bulan
diwilayahnya, rusak ,karena serangan hewan pengerat tersebut.
“Memang indikasi serangan sudah terlihat sejak persemaian atau
sejak pembibitan. Hingga menyebabkan para petani di Desa kami setiap habis
sholat magrib melakukan penjagaan di sawahnya masing-masing, karena
tikus-tikus tersebut keluar sarang pada malam hari. Namun kenyataannya,
serangan tikus tidak kunjung reda malah meningkat. Hingga kami berusaha menekan
populasi hama tersebut dengan cara setiap hari rabu dan minggu kami melakukan
gropyokkan bersama” ungkapnya disaat gropyokkan tikus rabu kemarin (25/4).
Setelah adanya indikasi serangan tikus di wilayah klambu, UPTD Pertanian
Kecamatan Klambu, segera bertindak dan meneruskan laporan ke Dinas Pertanian
Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan untuk melakukan langkah
pembasmian. Dengan bekerja sama dengan Kodim 0717 Purwodadi melalui Koramil 05
Kecamatan Klambu yang dikomandani Kapten CHB Margo, dibantu para penyuluh
lapangan, menggerakkan petani penggarap sawah yang tergabung dalam
gapoktan untuk melakukan gropyokan massal.
Kegiatan gropyokan yang dilakukan serempak di 9 Desa tersebut dilakukan
dengan cara menggali dan menyemprotkan air dilubang-lubang tikus
disepanjang pinggir sungai, serta menggunakan alpostran yang disulut
dengan mercon, dan juga emposan yang berisi jerami belerang serta
menggunakan pola jaring. Al hasil dalam waktu hampir tiga jam, diperoleh
431 ekor tikus.
Kabid, Usaha Tani dan SDM Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan
Hortikultura Kab. Grobogan, Ir. Imam Sudigdo, MH mengatakan, upaya
tersebut dilakukan guna mempertahankan dan meningkatkan ketahanan pangan di
Kabupaten Grobogan yang sudah lama dikenal sebagai lumbung pangannya Jawa
tengah.
“Yang jelas hama tikus ini jelas mengganggu produksi petani. Maka kami
bekerja sama dengan berbagai elemen, secara gotong royong untuk mengantisipasi
dan menekan serangan hama tikus. Karena dari perhitungan dan penelitian
yang kami lakukan, sepasang tikus dalam satu tahun mampu beranak pinak menjadi
2.048 ekor dengan asumsi sekali beranak 6 ekor.Ini yang perlu kita
waspadai, begitu cepat perkembangannya dan begitu hebat sifat merusaknya hingga
dalam satu malam hektaran tanaman bisa habis dalam sekejab” jelasnya saat
ikut gropyokan tikus.
Sementara itu menurut Sudargo, Koordinator penyuluh lapangan Dinas
pertanian menambahkan, dimusim tanam kedua tahun ini diharapkan tidak terjadi
puso. Mengingat di daerah Klambu juga merupakan sentra produksi padi dan
menjadi andalan di Kabupaten Grobogan.
“Kita ketahui bahwa target
produksi padi khususnya beras di Grobogan pada tahun ini( 2012)
ditargetkan naik 4,6 persen. Sehingga sebagai salah satu lumbung pangan
nasional, Kabupaten Grobogan pada tahun 2012 menargetkan surplus beras
sebesar 237.835 ton yang sebelumnya pada tahun 2011 sebesar 222.453 ton.
Target tersebut harus tercapai untuk mendukung program nasional di
tahun 2014 yang dipatok 10 juta ton. Maka langkah kita menjaga produktifitas
padi di wilayah grobogan, aman” tegasnya.
(Kontributor Humas
Grobogan – Anis/tgh/azis)