Kudus – Mendekati peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei mendatang, sebuah kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan di Kudus. Siswa-siswa asal kota kretek ini berhasil menyabet dua emas dan dua perunggu di ajang Konferensi Peneliti Muda Forum Kerja sama ekonomi Negara-negara Asia Pasifik atau AFSC (Apec Future Scientist Conference) yang digelar di Semarang, yang dimulai 24 April dan berakhir tanggal 29 April ini.

 

Raihan emas ini didapatkan melalui Asmaul Karimah dari MA NU Banat Kudus dengan penelitiannya berupa pembuatan tepung dari biji mangga dan M.Ridlo Tholabi dari SMA 1 Kudus dengan penelitiannya berupa software metode pembuatan layang-layang aero dinamik.

 

Sedangkan Faza Laili Husna dari SMA 2 Kudus dengan penelitiannya berupa manfaat tanaman sansiviera sebagai filter pengurang emisi gas buang pada knalpot sepeda motor dan Adhi Setyo Nugroho dari SMA 1 Kudus dengan penelitiannya berupa minyak pengganti minyak tanah dari hasil penyulingan pembakaran sandal jepit, masing-masing mendapatkan perunggu.

 

Menurut Yudha, salah seorang mentor pendamping kontingen dari Kudus ini mengatakan bahwa prestasi ini terbilang membanggakan. Raihan emas ini cukup membanggakan karena kompetisi ini diikuti sebanyak 120 peserta yang berasal dari 16 negara di Asia Pasifik dan melombakan 84 penelitian hasil penelitian siswa. “Menyisihkan para peserta yang cukup banyak tersebut tidak mudah, apalagi rata-rata tema penelitian yang dibawakan juga bagus-bagus. Syukur Alhamdulillah, Kudus berhasil membawa pulang dua emas dan dua perunggu”, katanya.

 

Pelaksanaan AFSC 2012 ini merupakan pelaksanaan di tahun ke empat setelah sebelumnya di gelar di Taiwan. Tahun ini Indonesia mendapatkan giliran menjadi tuan rumah, bertempat di kota Semarang mulai 24 hingga 29 April 2012. Pelaksanaan kompetisi ini tiap tahunnya diikuti oleh negara-negara yang tergabung dalam forum APEC (Asia-Pasific Economic Cooperation), dengan mengirimkan kontingen siswa-siswa yang berasal dari tingakatan SMA sederajat.  

 

Dalam pertemuan itu, mereka akan berkompetisi menelurkan solusi-solusi baru mengenai masalah energy, terutama menyangkut krisis air dunia, sesuai tema tahun ini yaitu “science of water”.  **www.jatengprov.go.id/newsroom_Kudus