Kota
Magelang - Gubernur Jateng, H. Bibit Waluyo melantik pasangan Walikota dan Wakil Walikota terpilih yakni Sigit Widyonindito dan Joko Prasetyo. Acara pelantikan
berlangsung di Gedung Paripurna DPRD Kota Magelang, Senin (30/8).
Pelantikan
Sigit Widyonindito dan Joko Prasetyo dimulai tepat pukul 15.00. Pelantikan
dilaksanakan dalam sidang paripurna istimewa yang terlebih dahulu dibuka oleh
Ketua DPRD Kota Magelang Hasan Suryoyudho. Dilanjutkan pengambilan sumpah
jabatan dan pelantikan serta penyematan tanda jabatan oleh Bibit Waluyo. Hadir
dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur, Rustriningsih dan Ketua DPRD Provinsi
Jateng, Murdoko. Selain itu juga hadir sejumlah pimpinan daerah tetangga di eks
Kedu.
Kepada
Walikota dan Wakil Walikota baru tersebut, Bibit Waluyo meminta agar Pasar Rejowinangun
segera dibangun. Pasalnya, menurut Bibit Waluyo, keberadaan pasar sangat urgen
dan menjadi tempat bergantungnya sebagian masyarakat Kota Magelang. Selain itu,
perdagangan, kata Bibit menjadi salah satu sektor yang mungkin dikembangkan
seteleh jasa.
“Tidak ada yang bisa diandalkan selain jasa
dan perdagangan. Jadi, pasar rejowinangun itu harus segera dibangun. Kalau
sampai sekarang belum jadi-jadi, nggak ngerti saya,” ujarnya dengan nada tegas
yang khas.
Bibit
juga menegaskan bahwa pembangunan Pasar Rejowinangun sudah dinanti-nanti oleh
warga Kota Magelang. Meski mengaku tidak terlalu paham, Bibit tetap berpesan
agar pasangan Sigit-Joko bisa merealisasikan janji-janinya saat kampanye.
Selebihnya,
Bibit juga berpesan 5 poin filosofi seorang pemimpin yang baik. Lima syarat
dimaksud, kata Bibit, pemimpin harus berwatak komandan, seperti bapak, seperti
guru, menjadi pelatih dan menjadi sahabat bagi yang dipimpin. Dari beberapa hal
tersebut, Bibit menekankan perlunya sifat komandan. Yakni pemimpin harus mau
turun ke lapangan untuk melakukan cek serta tegas dalam menindak pegawai yang
tidak beres kerjanya.
Di akhir
kesimpulan, Bibit menyatakan Kota Magelang memiliki potensi dikembangkan
menjadi Kota Jasa, Perdagangan dan Pendidikan. Terutama dengan adanya Akmil (Akademi Militer) dan
suasana yang masih sejuk. Kepada pasngan Sigit-Joko Bibit berpesan agar
tidak memikirkan untung saat bekerja. Melainkan mengedepankan ing ngarso sung
tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Semua diakukan untuuk
kebaikan dan kemajuan masyarakat Kota Magelang.
“Jangan
berfikir kampanyeku habis berapa, bagaimana cara mengembalikannya dan bagaiman
supaya bisa untung,” sindir Bibit dikuti tawa hadirin. “Tapi lakukanlah yang
terbaik. Maksimalkan semua potensi dan penggunaan anggaran yang ada secara
proporsional. Kalau sembarangan, justru jerat hukum yang akan berlaku,” kata
Bibit mengingatkan.
Usai
pelantikan Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menegaskan bahwa
dirinya sudah bertekad menjadikan Kota Magelang lebih maju. Sementara Pasar
Rejowinangun, katanya, merupakan salah satu prioritas pembangunan dalam waktu
dekat. “Rejowinangun itu prioritas,” kata Sigit.
*(kontirbutorPemkot Magelang)_Biro humas