New Picture (4).jpgGubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo memimpin langsung upacara puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Alun-alun Kota Tegal, selasa (21/9). Puncak peringatan Haornas dengan temaKebangkitan Olahraga Nasional Raih Prestasi Dunia’’

Dalam amanat menteri pemuda dan olahraga (Menpora) yang dibacakan oleh gubernur disampaikan bahwa sejarah perjalanan bangsa Indonesia membuktikan bahwa olahraga tidak hanya sebagai  sarana untuk peningkatkan pola hibup sehat dan prestasi tetapi sekaligus sebagai media perjuangan dan pemersatu bangsa, dan menunjukan eksistensi sebuah Negara.

New Picture.jpg

Sudah saatnya prestasi Indonesia menjadi macan asia, namun kita harus sadar bahwa atlet-atlet yang tangguh tidak datang dengan sendirinya, bakat alam tidak cukup untuk bertarung dan menjadi juara di kancah internasional, bakat harus diasah, harus dirintis sejak usia dini, semua pihak harus ikut mendorong kebangkitan olah raga nasional dan tak kalah penting adalah bagaimana penanganan bakat-bakat alam bibit-bibit atlet yang masih berada di desa-desa belum terasah dan di bina untuk menjadi atlet yang tangguh.

New Picture.png   

Senada dengan hal tersebut, seusai memimpin upacara Gubernur saat jumpa pers mengatakan bahwa secara keseluruhan potensi atlet-atlet Jawa Tengah sangat baik dapat dilihat dari prestasi-prestasi bulutangkis, sepakbola, tenis baik dikancah nasional maupun internasional. ini membuktikan sumber-sumber atlet  dari Jawa Tengah sudah bagus tinggal bagaimana kita membina dan mengasah bakat-bakat alam tersebut agar menjadi atlet yang handal.

Gubernur juga mengatakan anggaran untuk pembinaan atlet melalui KONI Jawa Tengah sebesar 21,5 M dengan anggaran tersebut kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menelorkan dan membina atlet-atlet. Ia berharap atlet-atlet Jawa Tengah bias mempertahankan prestasi yang telah diraih dan ukurannya bukan pada insentif atau uang, tapi semangat untuk jadi yang terbaik. Insentif akan datang jika prestasi bisa ditunjukan secara maksimal, dan secara automatis uang akan datang dengan sendirinya.

Peringatan ini juga diramaikan dengan display dari 620 siswa yang menampilkan kolone tongkat dan kolone adiraga, yang terdiri dari 460 Siswa SMK3 dan 160 siswa SUPM, siswa-siswa ini menampilkan unjuk keterampilan kolaborasi, dengan menampilkan beberapa formasi.  *(Biro Humas)