.jpg)
Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo memimpin langsung upacara puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tingkat Provinsi
Jawa Tengah di Lapangan Alun-alun Kota Tegal, selasa (21/9).
Puncak peringatan Haornas
dengan tema ‘
’
Kebangkitan
Olahraga Nasional Raih Prestasi Dunia’’
Dalam amanat menteri pemuda dan
olahraga (Menpora) yang dibacakan oleh gubernur disampaikan bahwa sejarah
perjalanan bangsa Indonesia membuktikan bahwa olahraga tidak hanya
sebagai sarana untuk peningkatkan pola hibup sehat dan prestasi tetapi
sekaligus sebagai media perjuangan dan pemersatu bangsa, dan menunjukan
eksistensi sebuah Negara.
Sudah saatnya prestasi Indonesia
menjadi macan asia, namun kita harus sadar bahwa atlet-atlet yang tangguh tidak
datang dengan sendirinya, bakat alam tidak cukup untuk bertarung dan menjadi
juara di kancah internasional, bakat harus diasah, harus dirintis sejak usia
dini, semua pihak harus ikut mendorong kebangkitan olah raga nasional dan tak
kalah penting adalah bagaimana penanganan bakat-bakat alam bibit-bibit atlet
yang masih berada di desa-desa belum terasah dan di bina untuk menjadi atlet
yang tangguh.
Senada dengan hal tersebut,
seusai memimpin upacara Gubernur saat jumpa pers mengatakan bahwa secara
keseluruhan potensi atlet-atlet Jawa Tengah sangat baik dapat dilihat dari
prestasi-prestasi bulutangkis, sepakbola, tenis baik dikancah nasional maupun
internasional. ini membuktikan sumber-sumber atlet dari Jawa Tengah sudah
bagus tinggal bagaimana kita membina dan mengasah bakat-bakat alam tersebut
agar menjadi atlet yang handal.
Gubernur juga mengatakan
anggaran untuk pembinaan atlet melalui KONI Jawa Tengah sebesar 21,5 M dengan
anggaran tersebut kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menelorkan dan
membina atlet-atlet. Ia berharap atlet-atlet Jawa Tengah bias mempertahankan prestasi
yang telah diraih dan ukurannya bukan pada insentif atau uang, tapi semangat
untuk jadi yang terbaik. Insentif akan datang jika prestasi bisa ditunjukan
secara maksimal, dan secara automatis uang akan datang dengan sendirinya.
Peringatan ini juga diramaikan
dengan display dari 620 siswa yang menampilkan kolone tongkat dan kolone
adiraga, yang terdiri dari 460 Siswa SMK3 dan 160 siswa SUPM, siswa-siswa ini
menampilkan unjuk keterampilan kolaborasi, dengan menampilkan beberapa formasi.
*(Biro
Humas)