SRAGEN - Presiden RI Susilo Bambang
Yudhoyono beserta sebelas menteri, Kamis siang (16/2), mengunjungi Museum Purbakala
Sangiran yang terletak di Desa Krikilan Kecamatan Kalijambe. Presiden tiba di
lokasi pukul 13.45 WIB lebih awal 15
menit dari jadwal yang direncanakan.
Kedatangan Presiden yang didampingi
oleh Ibu Hj. Ani Yudhoyono beserta rombongan disambut langsung oleh Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo,
Bupati Sragen Agus Fatchur Rachman serta anggota Forum Koordinasi Pimpinan
Daerah Provinsi Jawa Tengah masing-masing beserta istri.
Rombongan kemudian dihantarkan ke
Ruang Tunggu Utama untuk istirahat sejenak dan menerima paparan tentang Sangiran
oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Usai menerima paparan, sekitar pukul
14.15 wib, Presiden beserta rombongan keliling meninjau Museum yang dipandu
oleh Kepala Pengelola Museum Manusia Purba Sangiran, Dr. Harry Widianto.
Saat konferensi pers dengan wartawan
usai keliling museum, Presiden mengungkapkan dukungan pengembangan lebih lanjut
pembangunan Museum Sangiran. “Saya harap pengembangan 4 cluster di Sangiran ini 1 hingga 2 tahun kedepan sudah selesai,”
tutur Presiden.
Presiden juga mengungkapkan apresiasi
tentang penataan dan pembangunan Museum Sangiran. “Penataan Museum Sangiran ini
bagus dan bisa dikembangkan lagi, sehingga bisa menjadi kebanggaan kita dan
menjadi obyek tujuan turis,” tuturnya.
Presiden berharap Sangiran dijadikan
pusat study bagi para mahasiswa dan
pelajar. “Negeri kita yang kita cinta ini ternyata bagian dari peradaban yang
pernah hidup dimasa dimasa silam, saya menghimbau kepada masyarakat, pelajar
dan mahasiswa untuk datang dan mengenal peradaban di masa lalu melalui Museum
Sangiran ini,” tutur Presiden.
Sementara Wakil Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan, Prof Dr. Windu Nuryati, PHD saat dijumpai disela sela kunjungan
Presiden, mengatakan Sangiran mempunyai nilai lebih yakni di Kawasan Sangiran
ditemukan mata rantai kehidupan di masa lalu yang tidak terputus.
Untuk mengenalkan Sangiran kepada
pelajar, pemerintah pusat mendukung sejarah Kawasan Sangiran di masukkan dalam
kurikulum sekolah. “Saat ini buku pertama tentang Sangiran telah terbit dan
sudah masuk dalam mata pelajaran sejarah di sekolah-sekolah,” kata Windu
Nuryati.
Setelah selama satu setengah jam
berkeliling di museum, diiringi hujan yang cukup deras, sore itu Presiden
beserta rombongan langsung kembali ke Solo untuk istirahat dan bermalam di Hotel
Diamond Solo.
Jum’at pagi ini, (17/2), Presiden
beserta Ibu Ani Yudhoyono dan rombongan mengadakan kunjungan di lokasi panen
raya di Desa Bener Kecamatan Ngrampal. Pada pukul 09.00 WIB rombongan presiden
tiba di lokasi disambut Menteri Pertanian RI, Suswono dan Gubernur Jawa Tengah
Bibit Waluyo. *HumasSragen_N.Hart