SEMARANG - Para gubernur se Indonesia yang tergabung dalam anggota Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) berkumpul di Kota Semarang Jawa Tengah untuk menghadiri Musyawarah Nasional IV APPSI,.yang dihadiri Presiden dan Ibu Ani Susilo Bambang Yudhoyono.

 

Munas IV APPSI yang digelar sejak Kamis (8/12/) hingga Jum’at (9/12), di Gedung Gradhika Bhakti Pradja Semarang, juga dihadiri para istri/suami gubernur se-Indonesia. Agenda Munas IV Jumat (9/12/) malam, sepakat memilih Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan, sebagai Ketua Umum APPSI periode 2011-2016.  Syahrul menggantikan Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta.

 

Presiden SBY saat memberikan arahan kepada para gubernur menyampaikan bahwa situasi yang dihadapi Indonesia saat ini sama dengan akhir tahun 2008 yang lalu yakni kriris ekonomi global. Namun saat itu Indonesia bisa mengatasi berkat kebersamaan antara pemerintah pusat, daerah dan para pelaku ekonomi. Presiden mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga stabilitas ekonomi secara menyeluruh.

 

Usai acara pembukaan Munas IV APSSI, dilanjutkan diskusi yang bersifat tertutup antara Presiden dengan para gubernur.


Di tempat terpisah, sebanyak 33 istri gubernur dan 35 istri bupati/walikota se Jateng, serta istri FKPD dan Organisasi Kewanitaan Prov. Jateng menerima pengarahan Ibu Kepala Negara. Usai pengarahan, dilanjutkan kunjungan di obyek wisata Shampoo Kong dan pusat kerajinan tangan, Dekranasda Jateng dalam acara Ladies Programme.

 

Istri Gubernur Jawa Tengah Ny. Hj. Sri Suharti Bibit Waluyo pada kesempatan acara pengarahan menyampaikan bahwa selama ini, usaha mikro memiliki fungsi yang sangat strategis dalam menyerap tenaga kerja sebesar 91%. Berdasarkan data yang dirilis oleh Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK), 80% usaha mikro yang berada di industri kecil perdesaan, setengahnya adalah perempuan.

 

Meski demikian, berbagai upaya tersebut belum mendapatkan hasil yang maksimal. Masih ada beberapa hal yang harus dievaluasi untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

 

“Berkenaan hal tersebut, kami mohon Ibu Negara, Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono berkenan memberikan pengarahan tentang pemberdayaan perempuan, utamanya di sektor ekonomi,” pintanya.

 

Menurutnya, modal yang masih kecil, keterampilan dan penguasaan teknologi minim, pengetahuan tentang manajerial masih kurang, dan akses pada keberlangsungan bahan baku dan pasar juga masih kurang. Sedang partisipasi mereka dalam proses-proses pengambilan keputusan juga masih sangat lemah.

 

Di sisi lain, masih banyak usaha mikro kecil yang dikelola perempuan belum memperhatikan persoalan lingkungan hidup. Namun demikian, kami sangat mendukung kebijakan “Green Economy” dan “Green Enterpreunership” karena banyak pula pengusaha perempuan yang kami bina telah memanfaatkan limbah sebagai produk yang bernilai tinggi, seperti limbah kain perca, eceng gondok, limbah plastik dan kaleng, dan lainnya,” ungkapnya.   *Humas_bs