tn?sid=13510803382220212&mid=AHSQCmoAAM%2BqTp6e%2FQlHZSwmuJM&midoffset=1_2371171&partid=6&f=1907&fid=Inbox&w=717&h=478&httperr=1
Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo, Selasa (18/10), melantik  Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo SH. M.Hum dan Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, di Pendapa Dipayudha Adigraha.  Pelantikan tersebut dihadiri oleh para bupati tetangga yakni, Banyumas Bupati Cilacap, Bupati Wonosobo serta dihadiri juga oleh mantan bupati Banjarnegara Nurahmad.


Dalam sambutannya usai prosesi pelantikan Gubernur meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Banjarnegara agar bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Rakyat akan menagih janji-janji pada saat kampanye, dan pemimpin harus konsisten dan memegang komitmen,” kata Bibit.


Pelantikan yang awalnya khidmat, sempat diwarnai tawa kecil para undangan karena saat penyematan tanda jabatan ke dada dan pundak bupati dan wakil bupati, gubernur menekannya dengan gerakan keras sambil senyum-senyum.


Menurut gubernur selama kepemimpinan bupati lama Djasri, Kabupaten Banjarnegara sudah cukup baik, bahkan bisa lepas dari predikat daerah tertingal. ”Kami minta dalam lima tahun ke depan Banjarnegara harus lebih baik lagi,” pintanya. Bibit menambahkan, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, Bupati dan wakilbupati harus bisa mengembangkan semua potensi yang ada.


“Didik Rakyat bagaimana agar salak yang dihasilkan di Banjarnegara lebih besar dan kambing bisa beranak banyak, selain itu halaman jangan dibiarkan kosong tanpa tanaman,” lanjut Gubernur.


Terkait dengan program sawah lestari gubernur meminta agar pemkab ikut menjada lahan sawah yang subur untuk tidak dijadikan perumahan. “Beberapa waktu lalu di Banjarnegara saya sempat menyampaikan ,untuk tidak menggunakan lahan sawah produktif dijadikan perumahan, saya juga sudah mengingatkan kepada BPN agar jangan mau diajak main mata jika ada upaya pengalihan lahan produktif untuk perumahan,” tambah Bibit.


download?fid=Inbox&mid=1_2371171_AHSQCmoAAM%2BqTp6e%2FQlHZSwmuJM&pid=3&tnef=&YY=1319079462187&file_name=DSC_0334.JPG

Lebih lanjut gubernur juga mengingatkan kepada para bupati di Jawa Tengah agar alih fungsi lahan produktif dihentikan, sebab menurutnya, Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi utama ketahanan pangan dan menyokong 16 persen kebutuhan beras nasional, untuk itu pemerintah pusat minta agar 2 juta hektar sawah di Jateng dipertahankan. *kontributorBanjarnegara_ed.BS