Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo, Selasa (18/10), melantik Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo SH.
M.Hum dan Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, di Pendapa Dipayudha Adigraha. Pelantikan tersebut dihadiri oleh para bupati
tetangga yakni, Banyumas Bupati Cilacap, Bupati Wonosobo serta dihadiri juga
oleh mantan bupati Banjarnegara Nurahmad.
Dalam
sambutannya usai prosesi pelantikan Gubernur meminta kepada Bupati dan Wakil
Bupati Banjarnegara agar bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Rakyat akan menagih janji-janji pada saat kampanye, dan pemimpin harus konsisten
dan memegang komitmen,” kata Bibit.
Pelantikan
yang awalnya khidmat, sempat diwarnai tawa kecil para undangan karena saat
penyematan tanda jabatan ke dada dan pundak bupati dan wakil bupati, gubernur
menekannya dengan gerakan keras sambil senyum-senyum.
Menurut
gubernur selama kepemimpinan bupati lama Djasri, Kabupaten Banjarnegara sudah
cukup baik, bahkan bisa lepas dari predikat daerah tertingal. ”Kami minta dalam
lima tahun ke depan Banjarnegara harus lebih baik lagi,” pintanya. Bibit
menambahkan, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, Bupati dan wakilbupati
harus bisa mengembangkan semua potensi yang ada.
“Didik
Rakyat bagaimana agar salak yang dihasilkan di Banjarnegara lebih besar dan
kambing bisa beranak banyak, selain itu halaman jangan dibiarkan kosong tanpa
tanaman,” lanjut Gubernur.
Terkait
dengan program sawah lestari gubernur meminta agar pemkab ikut menjada lahan
sawah yang subur untuk tidak dijadikan perumahan. “Beberapa
waktu lalu di Banjarnegara saya sempat menyampaikan ,untuk tidak menggunakan
lahan sawah produktif dijadikan perumahan, saya juga sudah mengingatkan kepada
BPN agar jangan mau diajak main mata jika ada upaya pengalihan lahan produktif
untuk perumahan,” tambah Bibit.

Lebih
lanjut gubernur juga mengingatkan kepada para bupati di Jawa Tengah agar alih
fungsi lahan produktif dihentikan, sebab menurutnya, Jawa Tengah merupakan
salah satu provinsi utama ketahanan pangan dan menyokong 16 persen kebutuhan
beras nasional, untuk itu pemerintah pusat minta agar 2 juta hektar sawah di
Jateng dipertahankan. *kontributorBanjarnegara_ed.BS