Semarang
- Dengan dukungan pertumbuhan ekonomi yang
semakin baik dan pengendalian pembangunan yang baik pula, maka Jawa Tengah pada tahun
anggaran 2011 mentargetkan pertumbuhan ekonomi 6,25%. Hal ini dapat dilihat
pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tahun 2009
pertumbuhan 4,7% dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 5,6%. “Berarti program
yang kita susun sudah benar, walau tidak tepat tetapi grafiknya menunjukkan
kenaikan. Memang tidak mudah mewujudkan pertumbuhan ekonomi Jawa tengah,“
ungkap Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo pada apel pagi di halaman Kantor
Gubernur, Senin (15/11).
Gubernur
mengatakan, dengan dukungan masyarakat Jawa Tengah sebanyak 35 juta dan 65% mayoritas
berada di pedesaaan, maka pembangunan ekonomi yang telah dirintis yakni pembangunan
pertanian dalam arti luas dan industri padat karya menjadi prioritas di Jawa
Tengah. “Itu yang harus kita kelola, itu yang kita berdayakan,” tandasnya.
“Dengan
modal dasar itulah, maka ketahanan pangan kita paling tahan, terbukti tahun 2009
sebesar 6,7 ton atau surplus
2,9 juta ton
dan mampu menjadi penyangga stok pangan nasional sebesar 16%, ini sangat menggembirakan”
ujar Bibit Waluyo.
Terkait
bencana merapi, Gubernur Bibit Waluyo mengungkapkan program rehabilitasi daerah
pasca bencana alam memerlukan penanganan dengan tahapan yang jelas dan cepat untuk
bisa kembali pulih seperti semula.
Pengungsi
sampai hari ini mencapai kurang lebih 250 ribu, sementara status Merapi masih
awas walau indikasinya semakin membaik. Oleh sebab itu kita harus segera melangkah
untuk melakukan rancangan-rancangan kegiatan untuk merehabilitasinya.
Hal
ini perlu dikoordinasikan dengan Bupati/Walikota yang bersangkutan bersama kelompok-kelompok
masyarakat untuk mencari solusi tahapan rehabilitasi dan prioritas penanganannya.
*(Biro Humas)